Angka Kasus Covid-19 Jawa - Bali Diprediksi Melandai Oktober, Epidemiolog: September Luar Jawa Memuncak

- Rabu, 28 Juli 2021 | 14:47 WIB
Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. /Pixabay/Dieterich01
Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. /Pixabay/Dieterich01

JAKARTA, suaramerdeka.com - Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman memprediksi, angka kasus Covid-19 di Jawa dan Bali akan melandai pada Oktber 2021.

Prediksi tersebut didasarkan pada potensi pertumbuhan kasus, tingkat reproduksi virus, hingga memperhitungkan penyebaran varian Delta.

“Itu asumsi optimis, kami tak berharap ada (varian lain seperti) Delta lainnya. Kalau ada, mungkin tidak kejadian Oktober (landai),” kata Dicky dalam acara Industry Outlook 2021, Rabu (28/7), seperti dikutip dari Katadata.co.id.

Sebelumnya, pekan lalu, Satgas Covid-19 mencatat lonjakan kasus positif di Jawa dan Bali menurun 24%.

Melandainya kasus Covid-19 di Jawa dan Bali, diungkapkan juga tergantung kecepatan vaksinasi, 3T (penelusuran, tes, dan perawatan) pasien, serta berhasilnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan masyarakat (PPKM).

Baca Juga: Pandemi Picu Lonjakan Kasus Perkawinan Anak Secara Paksa

“Karena kalau tidak dilakukan, maka angka kematian dan beban fasilitas kesehatan tetap tinggi,” katanya.

Meski demikian, kasus Covid-19 di luar Jawa dan Bali menunjukkan tren lonjakan. Dicky memprediksi puncak kasus di wilayah Sumatera dan Kepulauan Riau, September, hingga Sebagian Kalimantan baru akan terjadi September mendatang.

“Asalkan kita terus konsisten, pertengahan atau akhir tahun depan bisa keluar dari situasi pandemi,” katanya.

Sebelumnya Satgas Covid-19 mengatakan meski tren kasus Covid-19 menurun, namun provinsi non Jawa dan Bali masih mengalami kenaikan kasus 3,6% pekan lalu. Meski demikian, lonjakan ini tak setinggi dua pekan sebelumnya yaitu 53%.

Baca Juga: Teddy Gusnadi Minta Andi Arief Bukti dari Pernyataannya

Kenaikan kasus pekan lalu di wilayah non Jawa dan Bali disumbang Kalimantan Timur yakni 10.297 kasus, Sumatera Utara sebanyak 7.528 kasus, Riau 5.999 kasus, Nusa Tenggara Timur sebanyak 5.904 kasus, dan Sulawesi Selatan yakni 5.010 kasus.

Oleh sebab itu Satgas meminta wilayah non Jawa dan Bali tak lengah menghadapi potensi lonjakan kasus. Secara khusus, dia mengingatkan Kaltim, Sumut, Riau, NTT, dan Sulsel yang lonjakan jumlah pasiennya tinggi.

“Jangan merasa aman hanya karena tak berada di Level 4,”kata Juru BIcara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers virtual, Selasa (27/7).

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Antara, Kata Data

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X