Vaksinasi Covid-19 Berbasis Risiko Terus Dipercepat, Menkes Ungkap yang Dapat Prioritas

- Rabu, 28 Juli 2021 | 10:00 WIB
VAKSINASI : Vaksinasi di Kompleks Tlogo Resort, Tuntang, Kamis (22/7) siang. (suaramerdeka.com/dok)
VAKSINASI : Vaksinasi di Kompleks Tlogo Resort, Tuntang, Kamis (22/7) siang. (suaramerdeka.com/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemerintah terus mempercepat program vaksinasi nasional yang dilaksanakan dengan prioritas berbasis risiko.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, dalam keterangan pers bersama, Senin (26/07/2021).

“Kami memberikan prioritas vaksinasi ini berbasis risiko, provinsi-provinsi yang kasus aktifnya tinggi akan kita berikan lebih banyak. Yang tinggi itu, Banten, DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, dan Bali. Itu yang paling tinggi karena kemungkinan terkenanya juga banyak, masuk ke rumah sakitnya juga banyak, dan yang wafatnya juga paling banyak. Provinsi-provinsi itu otomatis akan mendapatkan prioritas,” kata Menkes,

Untuk dengan risiko tinggi, yaitu kelompok lanjut usia (lansia) dan masyarakat yang mempunyai komorbid, juga masih menjadi prioritas pemerintah untuk mendapat vaksinasi.

Baca Juga: Kebutuhan Obat Terapi Covid-19 Tinggi, Menkes Dorong Farmasi TIngkatkan Kapasitas

“Kami juga akan memprioritaskan orang-orang yang risiko tinggi, orang yang usianya lanjut, orang yang punya komorbid. Itu yang harus kita utamakan. Kita lindungi mereka dahulu, kita berikan mereka [vaksin],” ujar Budi.

Hingga 26 Juli, papar Menkes, cakupan vaksinasi telah mencapai sekitar 60 juta dosis vaksin, baik untuk dosis pertama maupun dosis kedua.

Untuk percepatan program vaksinasi ini pemerintah pun terus berupaya untuk mengamankan stok vaksin.

“Sampai akhir bulan Juli akan datang sekitar 8 juta vaksin Sinovac dan 4 juta vaksin AstraZeneca, jadi 12 juta akan datang,” ujarnya.

Baca Juga: UKSW Salatiga dan Kodam IV/Diponegoro Gelar Vaksinasi Massal, 3.000 Dosis Disediakan

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X