Tindak Kekerasan Kembali Dialami Guru, Ini Respon Ketua PGRI

- Kamis, 22 September 2022 | 21:17 WIB
 Ketum PGRI sedang membuka LBG serta berdialog mengenai RUU Sisdiknas di Provinsi Sulawesi Selatan. (twitter @PBPGRI_OFFICIAL)
Ketum PGRI sedang membuka LBG serta berdialog mengenai RUU Sisdiknas di Provinsi Sulawesi Selatan. (twitter @PBPGRI_OFFICIAL)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Hari ini kembali viral di media sosial, seorang guru di Lombok Barat mendapat tindak kekerasan secara verbal dari seorang kepala desa.

Kekerasan verbal ini dipicu karena kepala desa tersebut mendapatkan aduan dari warga yang anaknya bersekolah di salah satu sekolah di Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat mendapatkan hukuman dari gurunya.

Merasa tidak terima dengan aduan yang disampaikan oleh warga yang anaknya dihukum tersebut, Kepala Desa langsung mendatangi sekolah tersebut dan memaki guru yang bersangkutan. Keributan terjadi di sekolah tersebut hingga akhirnya video nya viral di media sosial.

Baca Juga: Tragis, Guru di Lombok Barat Diamuk Kades Karena Menghukum Murid

Berdasarkan keterangan yang dihimpun oleh tim suaramerdeka.com dari berbagai sumber. Kasus kekerasan yang terjadi oleh guru bukan kali ini saja terjadi. Bahkan sejak tahun 2016, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) telah mencatat aduan terkait tindak kekerasan yang dialami oleh guru.

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyatakan sikap menolak kekerasan apapun terhadap guru selama mereka menjalankan profesinya.

"Kami menolak kekerasan pada guru apapun bentuknya," ujar Plt Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Bahkan, PGRI sendiri pernah menyatakan keluhannya terkait pasal 54 dalam Undang-Undang Perlindungan Anak yang sering kali digunakan untuk menjerat guru yang dianggap menganiaya siswanya. Pasal tersebut membuat guru setara dengan pelaku tindak kekerasan.

Baca Juga: Pengamat Tak Kaget Hendi Terus Dikaitkan Dengan Sejumlah Posisi Penting

Unifah menyerukan agar masyarakat dapat kembali percaya bahwa guru di sekolah akan mendidik anak muridnya dengan penuh kasih sayang.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Terkini

X