Sebelum Harga Naik, Nelayan Sudah Sulit Dapatkan BBM

- Rabu, 21 September 2022 | 07:45 WIB
Perahu nelayan di Pantai Timur Pangandaran (suaramerdeka.com / dok)
Perahu nelayan di Pantai Timur Pangandaran (suaramerdeka.com / dok)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Pasca kenaikan harga BBM, nelayan termasuk yang diprioritaskan mendapat bantuan sosial terutama di Jabar.

Hanya saja, sebelum kebijakan itu berlaku awal bulan ini, aktivitas keseharian nelayan sudah dihadapkan pada kesusahan.

Di antaranya, mereka sulit mendapatkan Solar atau Pertalite guna melaut, permodalan, hingga dermaga.

Baca Juga: Klarifikasi Bjorka soal Banyak Akun Media Sosial yang Pakai Namanya: Semua Palsu!

"Karena itu, jangan sampai mereka merasa dianaktirikan, mereka pasti menjerit karena itu pendekatannya perlu tepat," jelas Wagub Uu Ruzhanul saat Rakor Rencana Penyaluran BBM bagi Nelayan di Gedung Sate Bandung, Selasa 20 September 2022.

Jumlah nelayan di Jawa Barat sendiri total sebanyak 154 ribuan orang dengan kapal yang dioperasikan 38 ribu unit.

Mereka tersebar di pantai utara dan selatan yang di antaranya memanfaatkan 43 pelabuhan perikanan.

Baca Juga: Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Menpora: 6 Stadion Utama dan Pendukung Sudah Siap

Menurut Uu Ruzhanul, persoalan yang dihadapi nelayan adalah masih belum optimalnya keberadaan stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN).

Tak jarang, mereka mencari ke SPBU umum yang lokasinya relatif jauh dari dermaga sehingga menghadirkan biaya tambahan.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X