Ada Tahapan Karantina, Vaksin Covid-19 Tak Bisa Langsung Dikirim ke Daerah

- Selasa, 27 Juli 2021 | 19:20 WIB
Kedatangan vaksin tahap ke-30 yang berjumlah 21,2 juta dosis vaksin bentuk bulk produksi Sinovac. (Info Publik Kemkominfo)
Kedatangan vaksin tahap ke-30 yang berjumlah 21,2 juta dosis vaksin bentuk bulk produksi Sinovac. (Info Publik Kemkominfo)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Produsen vaksin Bio Farma menyatakan bahwa vaksin Covid-19 tak bisa langsung dikirim ke dinas kesehatan kabupaten dan kota karena proses karantina yang harus dilakukan.

“Sebagai contoh untuk jenis vaksin bulk yang diterima dari Sinovac, kami harus melakukan karantina seperti uji internal, quality control, dan mendapatkan izin rilis dari quality assurance, untuk kemudian masuk ke proses fill and finish di fasilitas produksi,” kata Sekretaris Perusahaan Bio Farma, Bambang Heriyanto dalam keterangannya yang diterima Selasa (27/7).

Dijelaskan, proses karantina untuk vaksin tersebut tidak hanya dilakukan kepada vaksin Covid-19 dalam bentuk finish product saja, tetapi juga dilakukan terhadap bulk vaksin.

Baca Juga: Percepat Vaksinasi Berbasis Risiko, Provinsi dengan Kasus Aktif Tinggi Jadi Prioritas

Bahkan untuk bulk vaksin, menjalani proses karantina yang lebih panjang, dibandingkan dengan vaksin dalam kemasan finish product. Dengan demikian, Bio Farma tidak bisa langsung mengirimkan vaksin ke daerah.

Proses fill and finish yang rampung berupa produk vaksin Covid-19 yang sudah jadi pun masih harus melalui proses karantina lagi, sambil menunggu lot rilis, yang dikeluarkan oleh Badan POM.

Berbeda dengan vaksin jenis finish product, yang tidak memerlukan certificate of realease untuk dapat digunakan oleh masyarakat. Vaksin dalam bentuk finish product ini, akan menjalani proses sampling dari Badan POM sebelum dapat digunakan oleh masyarakat.

Baca Juga: Percepat Vaksinasi Berbasis Risiko, Provinsi dengan Kasus Aktif Tinggi Jadi Prioritas

Ditambahkan, dalam setiap proses fill and finish bulk vaksin Covid-19, ada yang harus menjadi catatan berupa penyusutan dalam setiap proses pembuatan vaksin Covid-19.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pintu Nasdem Terbuka Lebar untuk Ridwan Kamil

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:36 WIB

Menyikapi Penurunan Kualitas Demokrasi Selama Pandemi

Kamis, 2 Desember 2021 | 21:23 WIB
X