Hoaks Covid 19 Bisa Lebih Bahaya dari Virus itu Sendiri

- Selasa, 27 Juli 2021 | 18:59 WIB
berita hoaks. (ilustrasi - istimewa)
berita hoaks. (ilustrasi - istimewa)


JAKARTA, suaramerdeka.com - Bahaya hoaks kesehatan terutama mengenai COVID-19  bisa berdampak lebih mematikan dibanding virus. Hal itu disampaikan Ketua Pelaksana Harian Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Mahesa Paranadipa dalam konferensi pers daring, Selasa (27/7).

"Penyebaran informasi palsu terkait COVID-19 lebih cepat dari penularan virus itu sendiri. Dampaknya (hoaks) justru lebih mematikan dari virus itu sendiri. Karena itu bisa dibayangkan orang-orang yang masih tidak percaya adanya COVID-19, tidak percaya penanggulangan yang kita lakukan hari ini berdampak luar biasa," ujarnya.

Mahesa mencatat, hingga hari ini masih ada saja masyarakat dan bahkan tenaga kesehatan yang tidak percaya COVID-19. Ini menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi semua orang, tidak hanya pemerintah dan tenaga medis di tengah upaya penanggulangan penularan COVID-19.

Baca Juga: Hadapi Covid-19 di Taiwan, Ini Cerita Pelajar dan Pekerja Asal Jawa Tengah

Pada 22 Juli lalu saja, Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat temuan isu hoaks COVID-19 mencapai 1786 dengan total sebaran 3499. Informasi palsu ini tersebar di beberapa media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter dan YouTube. Sementara pada hari sebelumnya, hoaks yang tercatat sekitar 1780 dengan sebaran sebanyak 3925.

Menurut Mahesa, peran masyarakat sipil (civil society) menjadi penting untuk memberantas hoaks kesehatan terutama terkait COVID-19.

"Peran dari civil society kita harapkan bisa bersama-sama memerangi hoaks kesehatan terutama terkait COVID-19. Kami berharap masyarakat lebih terbuka lagi pemahamannya terkait situasi hari ini dan pemahaman terbuka kita harapkan menghasilkan penanggulangan yang lebih baik lagi ke depan, masyarakat lebih disiplin," tutur Mahesa.

Pihaknya mewakili IDI berharap masyarakat bisa semakin terbuka pemahamannya dan pada akhirnya mampu disiplin menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan terkena penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2 itu.

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pintu Nasdem Terbuka Lebar untuk Ridwan Kamil

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:36 WIB

Menyikapi Penurunan Kualitas Demokrasi Selama Pandemi

Kamis, 2 Desember 2021 | 21:23 WIB
X