Percepat Vaksinasi Berbasis Risiko, Provinsi dengan Kasus Aktif Tinggi Jadi Prioritas

- Selasa, 27 Juli 2021 | 18:55 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Humas Setkab/Agung) (Nugroho Wahyu Utomo)
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Humas Setkab/Agung) (Nugroho Wahyu Utomo)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemerintah terus mempercepat program vaksinasi nasional yang dilaksanakan dengan prioritas berbasis risiko.

Provinsi-provinsi yang kasus aktifnya tinggi akan mendapat prioritas vaksinasi, dan stok lebih banyak.

Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers bersama, Senin 26 Juli 2021.

“Kita memberikan prioritas vaksinasi ini berbasis risiko, provinsi-provinsi yang kasus aktifnya tinggi akan kita berikan lebih banyak. Yang tinggi itu, Banten, DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, dan Bali," kata Menkes.

Baca Juga: 21,2 Juta Vaksin Tiba, Pemerintah Pastikan Ketersediaan untuk Capai Target Sasaran Vaksinasi

"Itu yang paling tinggi karena kemungkinan terkenanya juga banyak, masuk ke rumah sakitnya juga banyak, dan yang wafatnya juga paling banyak. Provinsi-provinsi itu otomatis akan mendapatkan prioritas,” imbuhnya.

Selain itu, kata Menkes, pemerintah juga memrioritaskan vaksinasi kepada masyarakat dengan risiko tinggi, yaitu kelompok lanjut usia (lansia) dan masyarakat yang mempunyai komorbid.

“Kita juga akan memprioritaskan orang-orang yang risiko tinggi, orang yang usianya lanjut, orang yang punya komorbid. Itu yang harus kita utamakan. Kita lindungi mereka dahulu, kita berikan mereka [vaksin],” ujar Budi.

Menkes menjelaskan, cakupan vaksinasi hingga Senin 26 Juli 2021 telah mencapai sekitar 60 juta dosis vaksin, baik untuk dosis pertama maupun dosis kedua.

Baca Juga: KONI Kebumen 'Diusir' dari Stadion Candradimuka

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Sumber: Setkab RI/Kepresidenan

Tags

Terkini

Munas Alim Ulama, PPP Jajaki Dukungan Capres

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:10 WIB

Saatnya, Kawasan Selatan Jabar Jadi Sasaran Menawan

Senin, 18 Oktober 2021 | 15:32 WIB
X