Partai Demokrat Kota Magelang Bergejolak, DPAC-Ranting Nyatakan Mosi Tak Percaya Ketua DPC

- Selasa, 27 Juli 2021 | 18:39 WIB
Ketua DPAC PD Magelang Tengah, Robertus Prayogo (kiri) bersama tenaga ahli fraksi Fajar (tengah) dan Sekteraris DPAC PD Magelang Utara Heri Nugroho menunjukkan surat mosi tidak percaya kepada Ketua DPC PD Kota Magelang, Dian Mega Aryani yang telah dikirimkan kepada Mahkamah Partai Demokrat. (SM/Asef F Amani)
Ketua DPAC PD Magelang Tengah, Robertus Prayogo (kiri) bersama tenaga ahli fraksi Fajar (tengah) dan Sekteraris DPAC PD Magelang Utara Heri Nugroho menunjukkan surat mosi tidak percaya kepada Ketua DPC PD Kota Magelang, Dian Mega Aryani yang telah dikirimkan kepada Mahkamah Partai Demokrat. (SM/Asef F Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat (PD) Kota Magelang bergejolak.

Seluruh pengurus Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) dan Pengurus Ranting PD seluruh Kota Magelang menyatakan mosi tidak percaya kepada Ketua DPC PD Kota Magelang, Dian Mega Aryani.

Surat pernyataan ditandangani Ketua DPAC PD Magelang Selatan Ardiya Dayinta Purasari, Ketua DPAC PD Magelang Tengah Robertus Prayogo, dan Sekteraris DPAC PD Magelang Utara Heri Nugroho tertanggal 19 Juli 2021. Termasuk ketua-ketua ranting di tingkat kelurahan.

Baca Juga: Update Covid 27 Juli: Pasien Sembuh Tembus 47.128 per Hari, Total Mencapai 2.596.820 Orang

Ketua DPAC PD Magelang Tengah, Robertus Prayogo mengatakan, surat pernyataan ini sudah dikirimkan kepada yang bersangkutan. Kemudian dikirimkan pula ke DPD PD Jawa Tengah hingga ke Mahkamah Partai Demokrat di Jakarta.

“Kami membuat pernyataan ini karena di tubuh PD Kota Magelang ada masalah. Pimpinan DPC bertindak yang semestinya tidak dilakukan, sehingga membuat partai kurang solid. Maka, kami para kader berniat meluruskan PD Kota Magelang agar bisa mendukung kebijakan pusat,” ujarnya dalam jumpa pers di RM Joglo Pancuran Pitoe, Selasa (27/7).

Dia menuturkan, ada beberapa pokok masalah yang mendasari mosi tidak percaya ini. Antara lain tidak adanya transparansi dan tidak akuntabel dalam pengelolaan keuangan partai, baik bersumber dari iuran wajib anggota Fraksi DPRD maupun sumber keuangan yang berasal dari APBN/APBD.

“Dari sisi transparansi, ibu ketua belum pernah memasukkan sumber keuangna parpol (fraksi DPRD) ke rekening DPC dari tahun 2018-2020 (sejak awal menjabat, red). Sehingga, kami menduga iuran wajib fraksi dinikmati sendiri oleh ketua DPC,” katanya.

Baca Juga: Hadapi Covid-19 di Taiwan, Ini Cerita Pelajar dan Pekerja Asal Jawa Tengah

Adapun dari sisi akuntabel, katanya, Ketua DPC, Dian tidak adanya koordinasi dengan pengurus DPC (bendahara, red) dalam mengelola keuangan yang bersumber dari iuran wajib fraksi. Sehingga, dalam pengelolaan keuangan partai menjadi berantakan dan tidak akuntabel.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Rizal Ramli 'Ditampar' Ngabalin, Begini Kronologinya

Selasa, 14 September 2021 | 11:05 WIB

Megawati: Pandemi Tak Hentikan Pendidikan Kader

Jumat, 10 September 2021 | 20:03 WIB
X