PPKM Level 4, Transportasi Umum Dibatasi 50 Persen Penumpang dengan Syarat

- Senin, 26 Juli 2021 | 14:09 WIB
Penumpang KA memanfaatkan fasilitas skybridge di Stasiun Besar Bandung./suaramerdeka.com/dok.
Penumpang KA memanfaatkan fasilitas skybridge di Stasiun Besar Bandung./suaramerdeka.com/dok.



JAKARTA, suaramerdeka.com - Presiden Joko Widodo memutuskan untuk memperpanjang PPKM level 4 hingga 2 Agustus dengan sejumlah penyesuaian aktivitas dan mobilitas masyarakat. Pemerintah pun memberi pelonggaran dalam operasional transportasi umum.

Dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2021, transportasi umum di zona PPKM Level 3 boleh beroperasi dengan kapasitas 70%. Sedangkan di area PPKM Level 4, transportasi umum bisa operasional dengan kapasitas paling banyak 50%.

Sebelumnya, dalam, Inmendagri 22 Tahun 2021, transportasi umum (kendaraan umum, angkutan massal, taksi dan kendaraan sewa/rental) di zona level 3 dan 4 bisa beroperasi dengan kapasitas penumpang maksimal 70%.

Baca Juga: Ajak Masyarakat Anggap Covid-19 Seperti Flu, Mahfud MD: Jangan Ditakut-takuti

Sedangkan dalam penerapan PPKM saat ini, pelaku perjalanan domestik di wilayah Jawa dan Bali dengan kendaraan pribadi, sepeda motor, dan transportasi jarak jauh seperti pesawat terbang, kapal, dan kereta juga perlu memenuhi sejumlah syarat.

Pertama adalah kartu vaksinasi minimal dosis pertama. Kedua, PCR H-2 untuk pesawat serta antigen untuk mobil pribadi, sepeda motor, bis, kereta, dan kapal. Meski demikian, aturan ini tak berlaku dalam perjalanan dalam satu daerah alias aglomerasi.

Sedangkan PT KAI Commuter Jabodetabek memperbanyak jumlah perjalanan dan memperpanjang jam operasional KRL wilayah Jabodetabek mulai hari ini, Senin (26/7). KAI akan melayani 982 perjalanan KRL per hari yang beroperasi mulai pukul 04.00-22.00 WIB.

Baca Juga: Faskes Diminta Aktif Berikan Data Kesembuhan Pasien Isolasi Mandiri

Sebelumnya, KAI hanya melayani penumpang untuk 851 perjalanan mulau pukul 04.00-21.00 WIB. Namun, untuk kesehatan dan keselamatan bersama, KRL masih hanya melayani pengguna di sektor esensial dan sektor kritikal, serta masyarakat dengan kebutuhan mendesak sesuai aturan yang berlaku hingga 2 Agustus 2021 mendatang.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Kata Data

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X