NU Sentil ‘Gagal’ Tangani Covid-19, Kiai Said: Pemerintah Tidak Kooperatif

- Senin, 26 Juli 2021 | 08:26 WIB
KH Said Aqil Siradj (Nugroho Wahyu Utomo)
KH Said Aqil Siradj (Nugroho Wahyu Utomo)

"Ini akibatnya akan sangat salah nanti, akibatnya sangat parah nanti," katanya.

Menurutnya jika sikap denial (penolakan) itu dibiarkan, akan membuat buruk citra NU di hadapan publik.

Sehingga muncul penilaian bahwa NU tidak rasional atau justru lebih umum lagi dengan menganggap Islam tidak rasional.

Terlebih bila anggapan tersebut keluar dari kiai-kiai di lingkungan NU.

"NU tidak realistis, NU berpikir sangat kuno dan tidak sesuai dengan tuntutan zaman. Seperti itu nanti bahayanya," katanya.

Kiai Said menyatakan, selama masa pandemi pihaknya sudah berupaya tanpa henti untuk menyadarkan masyarakat khususnya Nahdliyin, termasuk kiai soal fakta adanya corona yang berakibat sangat berbahaya.

Namun hingga kini masih sebagian belum menyadari bahayanya.

"Itu masih ada beberapa kiai, ya bukan kiai kecil lagi, bukan kiai yang imam mushala, bukan. Mereka masih tidak percaya Covid-19 dan masih suudzan dengan kebijakan vaksinasi," katanya.

Selama pandemi ini PBNU tidak pernah berhenti mengingatkan soal bahaya Covid-19 serta mendorong agar vaksinasi segera dituntaskan.

"Virus itu ada, dan sangat bahaya. Maka, ayo kita sukseskan vaksinasi" kata dosen Luar Biasa Institut Islam Tribakti Lirboyo, Kediri itu.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Liga Italia Pekan 23: Waktunya AC Milan Vs Juventus

Sabtu, 22 Januari 2022 | 06:26 WIB
X