Kemenkes Keluarkan SE untuk Peningkatan Testing dan Tracing di Daerah PPKM

- Senin, 26 Juli 2021 | 07:00 WIB
Testing dan Tracing (suaramerdeka.com /covid19.go.id)
Testing dan Tracing (suaramerdeka.com /covid19.go.id)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan Surat Edaran Nomor : H.K.02.02/II/1918 /2021 tentang Percepatan Pemeriksaan dan Pelacakan Dalam Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang ditetapkan pada tanggal 23 Juli 2021.

Melalui SE ini, Kepala Dinas Kesehatan baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, diinstruksikan agar meningkatkan testing dan tracing di masa PPKM.

“Surat edaran ini dimaksudkan untuk percepatan penanggulangan pandemi pada masa PPKM melalui penguatan pilar deteksi dengan pelaksanaan peningkatan jumlah pemeriksaan dan pelacakan kontak,” kata Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu.

Maxi menjelaskan, langkah ini merupakan bagian dari percepatan penemuan kasus terkonfirmasi maupun kontak erat kasus positif Covid-19.

Baca Juga: Babinsa Koramil 0806/13 Dongko Salurkan Bantuan Beras Warga Terdampak PPKM Darurat

Jadi, bisa dilakukan penanganan sedini mungkin dengan harapan dapat menekan terjadinya kasus perburukan maupun kematian.

“Penguatan testing dan tracing ini, akan diutamakan bagi wilayah-wilayah dengan mobilitas masyarakat dan tingkat penularan kasusnya tinggi, sehingga dengan mengetahui kasus lebih cepat, maka bisa segera dilakukan tindakan-tindakan untuk mengurangi laju penularan virus,” tuturnya.

Dalam aturan tersebut merinci bahwa daerah yang masuk kategori PPKM Level 3 dan 4 diperbolehkan menggunakan hasil pemeriksaan tes Rapid Antigen (RDT-Ag) sebagai diagnosa.

Hal ini untuk pelacakan kontak erat maupun suspek, dan bisa juga dipakai sebagai data dukung dalam pengajuan klaim Covid-19.

Baca Juga: Ini Isi Aturan PPKM level 3 yang Baru Diberlakukan

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X