Ini Isi Aturan PPKM level 3 yang Baru Diberlakukan

- Minggu, 25 Juli 2021 | 22:40 WIB
Berikut Penyesuaian Aturan Pada PPKM Level 4
Berikut Penyesuaian Aturan Pada PPKM Level 4

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menko Manivest, Luhut Binsar Pandjaitan menerangkan PPKM level 3 akan diterapkan pada 33 kabupaten kota di jawa bali. Adapun untuk ketentuannya, industry orientasi ekspor dan penunjangnya dapat beroperasi dengan pengaturan shift.

Dimana setiap shifnya dapat beroperasi maksimal 50%. Sehingga jika beroperasi dalam 2 shift dalam satu hari, maka dapat mengoperasikan dengan kapasitas maksimal 100%, di fasilitas produkusi dan pabrik, tentu dengan prokes ketat termasuk pengaturan masuk dan pulang serta peraturan makan dengan tidak bersamaan.

“Besok kami akan melakukan rapat dengan menteri perindustrian, dengan mengambil contoh penanganan di Kudus, yang sekarang ini sudah sangat bagus dari setengah bulan lalu,” ujarnya dalam konfrensi pers Evaluasi dan Penerapan PPKM via zoom, Minggu (25/7).

Baca Juga: Hendi Tambah Tim Vaksinasi Keliling di Kota Semarang

Selanjutnya, pasar rakyat yang menjual non kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% dan jam operasional sampai pukul 5 waktu setempat. PKL , toko klontong ,agen, outlet voucher, pangkas ramnbut, laundry ,asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan dan usaha kecil lain yang sejenis diijinkan buka dengan prokes ketat sampai pukul 20.00 Wib.

“Juga kami atur warteg, PKL, lapak jajanan dan sejenisnya dijinkan buka dengan prokes ketat sampai pukul 20.00 waktu setemnpat dengan maksimal pengunjung 25% dari kapasitas dan waktu makan maksimal 30 menit dan pengaturan teknis berikutnya diatur oleh pemda,” tambahnya.

Kegiatan pada pusat perbelanjaan, mall, dibuka dengan kapasitas 25 % dan sampai pukul 17.00 wib, pelaksanaan kegiatan kontruksi non infrastuktur public dapat beroperasi dengan maksimal pekerja 10 orang.

Selanjutnya tempat ibadah, masjid gereja pura wihara dan klenteng serta tempat lainy ayang difugsikan tempat ibadah dapat menjalankan kegiatan ibadah berjamaah selama PPKM level 3 dengan maksimal 25% kapasitas atau 20 orang dengan prokes ketat.

Transportasi umum, taksi konvensional dan online serta kendaraan sewa rebtal diberlakukan dengan kapasitas 50%, dengan penerapan prokes ketat. Pelaksanaan proses pernikahan bisa diadakan negan maksimal 20 undangan dan tidak makan di tempat dengan prokes ketat.

Lebih lanjut, Luhut menjelaskan pengaturan lebih detail akan diatur dengan instruksi Mendagri yang akan keluar hari ini , Minggu (25/7) dan sesuai intruksi presiden kegiatan testing dan tracing akan dilakuakn secara masif, akan dimulai pada 7 wiliyah aglomerasi di jawa bali.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Aniaya Teman Karaoke, 2 Pelaku Ditangkap

Jumat, 24 September 2021 | 20:12 WIB

Presiden Minta Jaga Kelestarian Penyu

Jumat, 24 September 2021 | 01:20 WIB

PTM Tak Akan Disetop

Jumat, 24 September 2021 | 01:10 WIB

Membudidayakan Klanceng agar Sejahtera

Jumat, 24 September 2021 | 01:00 WIB
X