Rencana Pelabelan BPA pada Air Kemasan, Ada Potensi Masalah Baru

- Rabu, 14 September 2022 | 10:50 WIB
Ilustrasi galon guna ulang.(suaramerdeka.com / pixabay)
Ilustrasi galon guna ulang.(suaramerdeka.com / pixabay)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Rencana Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk merevisi Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan, khususnya pelabelan Biosphenol-A (BPA) pada Air Kemasan Galon, hanya akan menibulkan kegaduhan dan salah paham yang semakin mendalam di masyarakat.

Dr. Nugraha Edhi Suyatma, Dosen dan Peneliti di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan dan Seafast Center Institut Pertanian Bogor (IPB) mengemukakan, rencana pelabelan BPA ini akan menimbulkan mispersepsi pada konsumen, seolah kemasan plastik lain di luar polikarbonat terkesan aman.

“Padahal BPA ada di mana-mana tidak hanya di polikarbonat, ada di kemasan kaleng, bahkan di botol bayi, itu juga harus dilabeli semua,” ujarnya.

Baca Juga: Prediksi Karir dan Keuangan Zodiak Libra, Pisces, Sagitarius, Scorpio, Taurus, Virgo, Kamis 15 September 2022

Berdasarkan sebuah penelitian, kata Dr. Nugraha, kandungan BPA justru terbanyak ada pada kemasan makanan kaleng, dengan hampir 90 persen bahan enamel pada kaleng merupakan hasil polesan epoksi yang bahan bakunya adalah BPA.

Upaya menetapkan aturan label BPA menurutnya seperti membuat persepsi bahwa kemasan dengan label BPA free sudah aman.

“Padahal belum tentu. Karena dari PET juga memiliki risiko dari kandungan yang lain, seperti dari kandungan acetaldehyde lalu etilen glikol, dan dietilen glikol,” paparnya.

Baca Juga: Mudah dan No Ribet Bikinnya, Cek Yuk 6 Resep Daun Binahong untuk Kesehatan, Jaminan Cespleng!

Dr. Nugraha International Agency for Research on Cancer (IARC) yang merupakan Lembaga bagian dari WHO belum mengklasifikasikan Bisfenol A (BPA) dalam kategori karsinogenik pada manusia.

Sementara, acetaldehyde yang ada dalam kemasan PET justru sudah dimasukkan ke kelompok yang kemungkinan besar karsinogenik untuk manusia. Jadi menarasikan BPA sebagai karsinogenik itu tidak sesuai dengan pernyataan IARC dan WHO.

Karenanya, Nugraha mempertanyakan apakah wacana pelabelan BPA pada kemasan Polikarbonat memang benar-benar memberikan efek yang positif atau justru akan semakin membuat bingung masyarakat.

Baca Juga: Anti Melarat, 4 Shio Ini Punya Takdir Kaya Raya, Gentong Uang Permanen Penuh hingga Membludak

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X