Kekerasan Terhadap Pasien Covid-19 Tak Bisa Dibenarkan

- Minggu, 25 Juli 2021 | 12:37 WIB
Puan Maharani. (suaramerdeka.com/Saktia Andri Susilo) (Saktia Andri Susilo)
Puan Maharani. (suaramerdeka.com/Saktia Andri Susilo) (Saktia Andri Susilo)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Masyarakat diimbau untuk menggunakan cara-cara persuasif kepada pasien Covid-19 di lingkungannya.

Bahkan bila ada pasien yang dinilai melanggar protokol kesehataan saat menjalankan isolasi mandiri.

"Karena yang kita musuhi adalah penyakitnya, virusnya, bukan orangnya. Pasien Covid-19 saja tidak boleh dikucilkan, apalagi mendapat kekerasan," kata Ketua DPR RI Puan Maharani, Minggu (25/7).

Pernyataan tersebut terkait kekerasan yang terjadi di tengah masyarakat baru-baru ini. Menurutnya, segala bentuk tindakan kekerasan terhadap sesama warga masyarakat, tidak bisa dibenarkan atas alasan apapun juga.

Baca Juga: Keluarganya Dihina, Maria Vania Berupaya Meningkatkan Derajat Orang Tuanya

"Untuk mencegah kekerasan serupa terulang di tengah masyarakat, saya meminta agar aparat pemerintah daerah dan kepolisian setempat untuk terus memantau kondisi wilayahnya. Terlebih jika masuk zona PPKM Level 4," ujarnya.

Dia menegaskan, aparat di lapangan harus sedini mungkin mencegah terjadinya kekerasan antarsesama warga masyarakat. Apalagi, Covid-19 sudah cukup banyak memakan korban.

"Jadi, jangan sampai ada warga yang menjadi korban karena kekerasan di tengah pandemi. Di sisi lain, pemerintah daerah setempat harus memfasilitasi warga pasien Covid-19 dengan tempat-tempat isolasi, sehingga penularan virus bisa terlokasir," tandasnya.

Dia juga meminta agar pemerintah daerah memastikan warga pasien Covid-19 di tempat isolasi mendapatkan cukup makan. Demikian pula dengan obat dan vitaminnya cukup.

Baca Juga: Demi Keamanan Pengguna, Baterai Listrik Kendaraan Harus Berstandar SNI

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Target 8 Kursi, PKB Kota Semarang Gelar Evaluasi

Minggu, 26 September 2021 | 19:45 WIB
X