Hasil Tes Antigen Diizinkan jadi Pendukung Pengajuan Klaim

- Sabtu, 24 Juli 2021 | 20:52 WIB
Warga Perumahan RSS Sidokerto menjalani tes swab Covid-19, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Moch Noor Efendi)
Warga Perumahan RSS Sidokerto menjalani tes swab Covid-19, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Moch Noor Efendi)

Selain penguatan testing, Kementerian Kesehatan juga memperketat penanganan kontak erat. Seluruh kontak erat dari kasus terkonfirmasi harus di karantina sampai hasil tes menyatakan negatif agar tidak menjadi sumber penularan di tengah masyarakat.

“Untuk meningkatkan pelacakan kontak, seluruh orang yang tinggal serumah dan bekerja di ruangan yang sama dianggap kontak erat serta wajib dilakukan pemeriksaan dan karantina,” katanya.

Baca Juga: Fokus Tujuh Aspek dalam Pengembangan Desa Wisata, Sandiaga: Insyaallah Lapangan Kerja Terbuka

Selain identifikasi terhadap orang yang memiliki riwayat interaksi langsung dengan kasus positif, kata Maxi, pelacakan kontak erat juga akan diidentifikasi dari orang-orang yang satu perjalanan, satu kegiatan keagamaan atau sosial seperti takziah, pengajian, kebaktian, pernikahan dan riwayat makan bersama.

Jika dalam proses pelacakan ditemukan kasus terkonfirmasi positif COVID-19, maka pasien dengan gejala ringan dan tidak bergejala akan langsung diisolasi di tempat isolasi terpusat yang telah disediakan.

Sementara, pasien gejala sedang dan berat akan dibawa ke fasyankes untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Umrah Segera Dibuka, Simak Syaratnya Saat Pandemi

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 07:15 WIB
X