Insentif Hak Para Nakes, Gerindra Desak Kepala Daerah Percepat Pencairan

- Sabtu, 24 Juli 2021 | 19:04 WIB
nakes (Nugroho Wahyu Utomo)
nakes (Nugroho Wahyu Utomo)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Partai Gerindra menginstruksikan kepada seluruh anggota DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota di seluruh Indonesia untuk terus mengingatkan kepala daerahnya agar segera mencairkan insentif bagi nakes.

"Kami menginstruksikan kepada seluruh anggota DPRD Fraksi Gerindra untuk meminta gubernur, bupati, dan wali kota untuk segera mencairkan insentif nakes di setiap daerah masing-masing.

Menanyakan perihal kendala pencairan sekaligus membahas bersama-sama percepatan pencairan insentif nakes dengan kepala daerahnya," kata Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani dalam keterangannya, Sabtu 24 Juli 2021.

Seperti diketahui, anggaran insentif nakes sebesar Rp 8,85 triliun yang dianggarkan pemerintah baru terealisasi hanya Rp2,09 triliun.

Ia menambahkan, insentif adalah hak para nakes dan relawan yang telah bekerja keras tanpa kenal lelah.

Baca Juga: Syahrul Gunawan Akui Masih Banyak Masyarakat Abai Prokes

"Mereka rela tidak pulang, mereka bekerja bertaruh nyawa, kerja-kerja mereka atas dasar kemanusiaan. Maka pencairan insentif bagi nakes merupakan suatu hal yang patut untuk disegerakan," ujarnya, seperti dikutip suaramerdeka.com dari Pikiran-Rakyat.com.

Menurut Muzani, insentif sangat diperlukan untuk mendorong semangat para nakes dan relawan yang bekerja.

Selain itu, Gerindra berkomitmen akan terus memperjuangkan apa saja yang menjadi hak daripada nakes. Sebab, nakes merupakan instrumen terdepan dalam upaya penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Kementerian Dalam Negeri melaporkan, sampai dengan 17 Juli 2021, realisasi penyaluran insentif tenaga kesehatan (nakes) baru mencapai Rp 2,09 triliun atau setara 23,66% dari pagu yang sebesar Rp 8,85 triliun.

Penyaluran insentif tenaga kesehatan di daerah kabupaten/kota sebesar Rp 1,31 triliun atau setara 18,99% dari pagu yang sebesar Rp 6,92 triliun.

Kemudian, realisasi penyaluran insentif nakes di pemerintah provinsi sudah tersalurkan Rp 780,9 miliar atau 40,43% dari pagu yang sebesar Rp 1,93 triliun.

Berdasarkan data harian pada Jumat angka terkonfirmasi positif Covid-19 sebesar 49.071 jiwa.

Sementara, angka kematian harian mencapai 1.566 jiwa. Angka tersebut masih cukup tinggi. *** (Satrio Widianto/Pikiran Rakyat)

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

LRT Kecelakaan di Cibubur, Diduga Human Error

Senin, 25 Oktober 2021 | 20:52 WIB
X