UUD PMI Kota Semarang Penuhi 3.193 Kantong Plasma Darah Konvalesen

- Sabtu, 24 Juli 2021 | 17:20 WIB
Donor  plasma konvalesen juga menjadi salah satu prioritas PMI untuk pelayanan kepada masyarakat. (suaramerdeka.com/dok)
Donor plasma konvalesen juga menjadi salah satu prioritas PMI untuk pelayanan kepada masyarakat. (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Saat ini plasma konvalesen juga menjadi salah satu prioritas PMI untuk pelayanan kepada masyarakat.

Saat ini layanan donor plasma konvalesen di Jawa Tengah bisa dilakukan di tiga Unit Donor Darah (UDD) PMI, yakni PMI Solo, Kota Semarang dan Banyumas.

Ketua PMI Jawa Tengah, Sarwa Pramana menjelaskan berdasarkan data, hingga 23 Juli kemarin, di UDD Banyumas permintaan plasma konvalesen mencapai 2.030 kantong dan dapat memenuhi sebanyak 1.736 kantong.

Permintaan plasma konvalesen di UDD Kota Surakarta sebanyak 6.973 kantong, dapat terpenuhi 5.042 kantong. Sedangkan di UDD Kota Semarang dapat memenuhi 3.193 kantong.

Baca Juga: Pegawai Kantor Imigrasi Semarang Gotong-Royong Bantu Warga Terdampak Covid-19

"Saat ini masih ratusan antrean permintaan plasma yang belum terpenuhi. Mari saudara-saudara penyintas, bantu saudara kita yang lain untuk kembali sembuh dan sehat,” katanya, Sabtu 24 Juli 2021.

Sarwa menambahkan, PMI bekerja sama dengan beberapa pihak untuk mengampanyekan Gerakan Donor Plasma Konvalesen (Gedor lakon) yang diiniasi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maoimoen, yang juga Ketua Dewan Kehormatan PMI Jawa Tengah.

“Kami menghimbau dan mengharapkan agar para penyintas bisa aktif berkontribusi melakukan donor plasma, untuk membantu saudara-saudara kita yang saat ini memerlukan transfusi darah,” harapnya.

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pak Penghulu pun Kenakan APD

Rabu, 22 September 2021 | 01:35 WIB

PTM Tanpa Izin, 90 Siswa Terpapar Virus Korona

Rabu, 22 September 2021 | 01:29 WIB

Rehab Rumah Tak Layak Huni, BRI Gombong Bantu Rp 50 Juta

Selasa, 21 September 2021 | 21:46 WIB

RK: Siap-siap Hidup dengan Covid-19 Sebagai Endemi

Selasa, 21 September 2021 | 17:32 WIB
X