Keterlibatan Mahasiswa Kedokteran dalam Penanganan Covid-19 Diharapkan Isi Kekurangan Nakes di Masa Pandemi

- Sabtu, 24 Juli 2021 | 12:13 WIB
nakes (Nugroho Wahyu Utomo)
nakes (Nugroho Wahyu Utomo)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Keterlibatan mahasiswa kedokteran di seluruh Indonesia dalam penanganan covid-19 diharapkan dapat mengisi kekurangan tenaga kesehatan (nakes) di masa pandemi.

Oleh sebab itu  Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah  mendorong pemerintah melibatkan 62.500 mahasiswa kedokteran dari sekitar 90 fakultas kedokteran di seluruh perguruan tinggi Indonesia untuk membantu penanganan covid-19 ini.

Selain itu, kata Ahmad Basarah, bahwa keterlibatan mahasiswa kedokteran ini sebagai wujud pengabdian yang semestinya diberi kompensasi akademis seperti disetarakan dengan Satuan Kredit Semester (SKS).

Baca Juga: Bantuan Pemerintah Belum Penuhi Target, Dipastikan Agar Capai Sasaran yang Tepat

Usulan atau saran melibatkan mahasiswa kedokteran dalam penanganan covid-19 ini merupakan respons terhadap hasil survei Kelompok Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) bernama Medico-19 pertengahan Juli 2021.

“Karena survei itu menyatakan hanya sebagian dari total 62.500 mahasiswa kedokteran yang bersedia jadi relawan, maka Kemendikbudristek harus membuat stimulus agar semua mahasiswa bersedia menjadi relawan,” kata Ahmad Basarah, seperti yang dikutip suaramerdeka.com dari pikiran-rakyat.com, sabtu, 24 Juli 2021.

Selain itu Ahmad Basarah mengusulkan ke Kemendikbudristek untuk memberikan kompensasi dan merumuskannya kepada mahasiswa kedokteran yang terlibat penanganan covid-19 itu.

Baca Juga: Mensos Berharap Bantuan dari Pemerintah Bisa Mencukupi Kebutuhan di Masa PPKM

Sebagai contoh, dengan memberikan kompensasi, pengabdian mahasiswa kedokteran disetarakan dengan jumlah SKS.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Target 8 Kursi, PKB Kota Semarang Gelar Evaluasi

Minggu, 26 September 2021 | 19:45 WIB
X