Indikator Pertimbangan Relaksasi, Wiku Jelaskan 4 Komponen Sesuai Standar WHO

- Sabtu, 24 Juli 2021 | 12:13 WIB
Wiku Adisasmito (Foto Pikiran Rakyat) (Murdiyat Moko)
Wiku Adisasmito (Foto Pikiran Rakyat) (Murdiyat Moko)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan indikator pertimbangan untuk relaksasi.

Di antaranya cakupan perkembangan penanganan kasus positif, kesembuhan, kematian serta keterisian tempat tidur atau bed of ratio (BOR) harian.

Selain itu perlu diperhatikan jumlah desa/kelurahan yang tidak patuh protokol kesehatan dan cakupan posko yang melaporkan kinerja.

"Apabila seluruh indikator tersebut dapat segera diperbaiki, bukan tidak mungkin masing-masing wilayah melakukan pembukaan kembali secara bertahap tanpa berdampak pada peningkatan kasus yang signifikan," kata Wiku.

Dia menegaskan kebijakan relaksasi ini sudah mencakup 4 komponen pertimbangan relaksasi kegiatan masyarakat sesuai standar WHO. Kebijakan relaksasi rencananya dimulai 26 Juli 2021.

Baca Juga: MSA Kargo Fasilitasi Ekspor Pelaku UMKM di Yogyakarta

“Pemerintah berusaha semaksimal mungkin menjalankan kendali gas dan remnya, secara presisi baik dari data dan fakta di lapangan," kata Wiku.

Empat pertimbangan yang dimaksud, pertama, perhitungan tren kasus dan indikator epidemiolois lainnya.

Di mana angka keterisian tempat tidur/bed of ratio (BOR) dan penambahan kasus positif harian yang terus mengalami penurunan.

Kedua, kapasitas manajemen sistem kesehatan dua arah melingkupi penguatan fasilitas kesehatan milik pemerintah dan swasta.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aniaya Teman Karaoke, 2 Pelaku Ditangkap

Jumat, 24 September 2021 | 20:12 WIB
X