Ada Peragaan Adegan Protokol Kesehatan

Red
- Sabtu, 24 Juli 2021 | 02:47 WIB
SM/twitter-getty images : PEMBUKAAN OLIMPIADE: Pesta kembang api dan tarian kolosal menandai seremoni pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 di Olympic Stadium, Tokyo, semalam. (70)
SM/twitter-getty images : PEMBUKAAN OLIMPIADE: Pesta kembang api dan tarian kolosal menandai seremoni pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 di Olympic Stadium, Tokyo, semalam. (70)

TOKYO, suaramerdeka.com- Upacara pembukaan Olimpiade Tokyo, Jumat malam, menyelipkan momen hening untuk mengenang mereka yang meninggal dunia karena Covid-19.

Momen hening tersebut sekaligus mengenang insiden pembantaian Munchen yang menewaskan atlet Israel pada Olimpiade Munchen 1972. Upacara pembukaan Olimpiade Tokyo secara resmi dimulai, ditandai dengan kembang api yang memeriahkan langit malam kota Tokyo.

Sebelum nyala kembang api, acara yang digelar di Stadion Nasional Tokyo, Olympics Stadium, tanpa penonton itu dibuka dengan lampu sorot yang mengarah pada seorang penari berbaju putih, dengan bayang-bayang menyerupai tunas yang makin lama semakin membesar.

Belasan penari kemudian muncul memenuhi lapangan bersama dengan video memproyeksikan tali berwarna merah yang menghubungkan satu sama lain.

Kaisar Jepang Naruhito dan Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach, memasuki stadion dengan menggunakan masker. Selanjutnya, bendera Jepang dibawa ke stadion oleh enam orang, termasuk di dalamnya adalah para mantan atlet Olimpiade. Para penari kemudian menyalakan simbol cincin Olimpiade.

Ajang olahraga multi cabang empat tahunan ini bakal berlangsung mulai 23 Juli hingga 8 Agustus mendatang. Sebanyak 205 negara ambil bagian dalam perebutan medali.

Tidak seperti edisi-edisi sebelumnya, pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 tanpa penonton.

Hal ini untuk mencegah penularan virus Covid-19 yang masih mengancam sampai saat ini. Maraknya Pandemi Covid-19, membuat penyelenggara Olimpiade memberikan edukasi terhadap para pemangku kepentingan. Hal itu terlihat dalam pembukaan.

Ada peragaan ikuti protokol kesehatan Covid-19 yang ditampilkan di pembukaan ini. Tampak seorang pria mengenakan pakaian serba putih melakukan latihan terpisah, pesan dari peragaan ini tak lain tetap menjaga kesehatan dengan menjaga jarak.

Meski demikian, meski latihan sendiri namun tetap terhubung dengan harapan.

Begitulah perjuangan atlet di Olimpiade Tokyo. ‘’Terpisah, tapi tidak sendiri. Dengan munculnya Covid-19, banyak atlet harus berlatih secara terpisah. Tetapi mereka selalu terhubung oleh harapan dan semangat bersama,’’ tulis situs Twitter @olympics. (A4-29)

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Umrah Segera Dibuka, Simak Syaratnya Saat Pandemi

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 07:15 WIB
X