Kesepakatan PT RFB - Unair Perkuat Indusri Perdagangan Berjangka

- Minggu, 22 April 2018 | 14:15 WIB
Penandatangan MoU antara kalangan akademisi dengan pelaku PBK. (Suaramerdeka.com/ dok)
Penandatangan MoU antara kalangan akademisi dengan pelaku PBK. (Suaramerdeka.com/ dok)

SURABAYA, suaramerdeka.com  - Belum optimalnya jumlah tenaga pialang yang ada menjadi salah satu kendala perkembangan industri Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) di Indonesia. Data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti) sampai akhir 2017 menyebutkan jumlah tenaga pialang di tanah air baru mencapai 2.500 orang, padahal Indonesia merupakan negara yang kaya akan komoditas. 

Melihat hal tersebut PT Rifan Financindo Berjangka (RFB), PT Bursa Berjangka Jakarta atau Jakarta Futures Exchange (JFX), dan PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) berinisiatif memprakarsai sebuah wadah kerja sama berbasis edukasi yang berkelanjutan antara RFB, JFX, KBI, dan Universitas Airlangga (UNAIR). Wadah tersebut berupa fasilitas dan sarana yang bertajuk Futures Trading Learning Center (FTLC).

Kerja sama FTLC ini diresmikan melalui penandatangan MoU oleh Wakil Rektor IV Universitas Airlangga, Junaidi Khotib, S.Si, Apt M.Kes, Ph.D, Direktur Utama JFX, Stephanus Paulus Lumintang, PLT Direktur Utama KBI, Fajar Wibhiyadi, dan Direktur Utama PT RFB, Ovide Decroli S.Kom di Ruang Sidang Pleno, Universitas Airlangga, Surabaya, Jumat 20 April 2018.

Chief Business Officer PT RFB, Teddy Prasetya mengatakan, "FTLC merupakan bagian dari program kerja RFB sejak tahun 2017. Lewat edukasi dan sosialisasi PBK ke sivitas akademika, ke depannya akan muncul SDM-SDM yang dapat ikut mendukung dan membesarkan industri PBK."

Sementara Direktur Utama JFX, Stephanus Paulus Lumintang berharap edukasi keilmuan terkait PBK dilakukan tidak sebatas pada Sivitas Akademika UNAIR semata, melainkan juga publik Jawa Timur secara keseluruhan.

Editor: Adib Auliawan

Terkini

Gunung Semeru Meletus, Ini Sejarah Letusannya

Minggu, 5 Desember 2021 | 07:45 WIB
X