Program Risk Journey Assesment Perlu Terus Digalakkan ke Pengusaha Angkutan Wisata

- Selasa, 13 September 2022 | 08:36 WIB
Petugas membuat jalur khusus untuk pencegahan kecelakaan. (suaramerdeka.com / dok)
Petugas membuat jalur khusus untuk pencegahan kecelakaan. (suaramerdeka.com / dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Program risk journey assessment (penilaian risiko perjalanan) ke kawasan pariwisata masih perlu terus digalakkan ke pengusaha angkutan wisata.

Jalur wisata berkeselamatan harus mendapat perhatian khusus di tengah meningkatnya animo masyarakat berwisata

Diungkapkan Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata, seperti halnya kecelakaan yang melibatkan angkutan pariwisata, menjadikan pengemudi menjadi tersangka.

Baca Juga: Pakai Akun Baru, Bjorka Hanya Follow Satu Sosok di Twitter, Siapakah Dia?

Hingga sekarang belum pernah ada pengusaha angkutan pariwisata yang ikut dipidana secara hukum.

"Walaupun sudah terang benderang kesalahan dokumen yang harus ditaati tidak dimiliki pihak pengusaha angkutan wisata, seperti uji berkala (kir) sudah melewati batas waktu dan ijin penyelenggaraan sudah kedaluwarsa.

Banyak kasus kecelakaan serupa yang hingga sekarang tidak ada kejelasan tindak lanjutnya.

Baca Juga: Mirip Tuan Krabs, 3 Shio Ini Dikenal Pelit, Hidup Melarat, Rezeki Kembali Ditarik Dewa

Kecelakaan yang disebabkan kelelahan pengemudi sudah sering terjadi.

Kecelakaan serupa terjadi akibat adanya jam mengemudi yang berlebih.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X