Testing, Tracing dan Treatment Masif Mulai 25 Juli, Luhut: 70.000 Ribu Tracers Dilibatkan

- Jumat, 23 Juli 2021 | 17:09 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (suaramerdeka.com / dok) (Team smcom04)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (suaramerdeka.com / dok) (Team smcom04)

Baca Juga: Polri Imbau Masyarakat Tak Terhasut Ajakan Aksi Unjuk Rasa 24 Juli 2021

Dia menekankan bahwa pemutusan mata rantai Covid-19, terutama varian delta, harus dilakukan secara pararel.

“Ini kan juga harus pararel semua, gak bisa hanya bantuan sosial diberikan, tapi tidak ada pemutusan mata rantai, tidak ada disiplin. Itu harus semua satu paket itu,” ujar Luhut Binsar Pandjaitan.

Dia juga menegaskan bahwa nantinya proses testing yang dilakukan oleh petugas tidak akan dipungut biaya.

Gak ada gitu-gituan (bayar). Jadi ini, tim itu akan patroli, kalau nanti pergi ke rumah A ditemukan di situ orangnya positif pakai Antigen, itu langsung digiring ke karantina pusat,” kata Luhut Binsar Pandjaitan.

Baca Juga: Sewa Kios Pasar Tumenggungan Naik 300 Persen, Bupati Kebumen: Itu Hoaks

Masyarakat yang menjalani karantina pun akan dirawat, diberikan makanan dan obat, serta keluarganya akan diberikan bantuan sosial.

“Dia di situ dirawat, dikasih obat, dikasih makan, nah keluarganya yang belum dapat bantuan sosial ya kita bantu,” ucap Luhut Binsar Pandjaitan.

Dia menuturkan bahwa rantai penyebaran varian delta ini harus diputus, agar virus corona tidak terus bermutasi.

“Jadi ini untuk memutus mata rantai, sebab kalau tidak dilakukan itu, ini terus bermutasi. Jangan main-main ini, semua bisa kena,” tutur Luhut Binsar Pandjaitan.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X