Ponpes Gontor Keluarkan Pelaku Penganiayaan Santri AM

- Rabu, 7 September 2022 | 15:31 WIB
ilustrasi kekerasan (Pexels.com)
ilustrasi kekerasan (Pexels.com)

SEMARANG, suaramerdeka.comPondok Pesantren Darussalam Gontor telah buka suara terkait tewasnya salah satu santrinya yang berinisial AM setelah dianiaya beberapa santri senior.

Dilansir dari pikiranrakyat.com, Juru Bicara Pondok Modern Darussalam Gontor Noor Syahid mengatakan, pesantren berkomitmen untuk membuka kasus itu seterang-terangnya.

“Kami Pondok Modern Gontor sama sekali tidak punya niatan untuk menutup-nutupi kasus dugaan penganiayaan yang berujung wafatnya santri kami, apalagi sampai menghalang-halangi proses hukum pengungkapan kasus ini," sebut Noor Syahid.

Baca Juga: Al dan Andin bertemu lagi, Simak Ulasan Sinetron Ikatan Cinta Rabu 7 September 2022

Noor Syahid mengatakan, pesantren telah mengeluarkan para pelaku penganiayaan.

Prima Dea Pangestu dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak, memaparkan bahwa berdasarkan hasil survei, tiga dari sepuluh anak laki-laki dan empat dari sepuluh anak perempuan di Indonesia usia 13-17 tahun pernah mengalami kekerasan sepanjang hidupnya.

“Kemudian dari hasil survei ini juga, jenis kekerasan yang paling sering dialami oleh anak usia 13-17 tahun, baik laki-laki maupun perempuan, di perkotaan maupun pedesaan, adalah kekerasan emosional atau kekerasan psikos,” ujar Prima Dea Pangestu.

Dia menambahkan, menurut Undang-Undang Perlindungan Anak ada 5 jenis kekerasan yaitu kekerasan fisik, kekerasan psikis (emosional), kekerasan seksual, kekerasan dalam bentuk pelantaran dan eksploitasi. (MG49)***

 

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X