Utamakan Rekam Jejak dan Kompetensi untuk Capres, bukan Popularitas dan Tingkat Elektabilitas

- Selasa, 6 September 2022 | 20:51 WIB
Pengamat politik BRIN, Siti Zuhro. (foto: lipi.go.id)
Pengamat politik BRIN, Siti Zuhro. (foto: lipi.go.id)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pakar politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro mengatakan, capres yang memiliki rekam jejak dan kompetensi adalah kriteria utama untuk Pemilu 2024.

“Saya termasuk yang mengutamakan calon betul betul ditelisik tentang kompetensi, kapasitas dan integritas, ketimbang hanya dijejelin terus dengan istilah popularitas dan tingkat elektabilitas, itu mainan lembaga survey,“ kata Zuhro, hari ini.

Calon presiden yang beredar saat ini, harus dilihat latar belakang, kiprahnya, visi dan misinya untuk kesejahteraan bangsa indonesia ke depan.

Baca Juga: Bisikan Dewa Langit, 5 Zodiak Ini Ketiban Hoki, Rezeki dan Cuan Segede Gunung, Coy

“Ada tidak track record, ada tidak riwayat hidup. Jangan sampai silang sengkarut di publik, itu selesai di paparan partai yang mengusung.” tambah Zuhro.

Salah satu sosok yang dianggap terus bekerja adalah Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. “Dia masih sibuk jadi Menko,” kata Zuhro.

Airlangga Hartartp adalah calon presiden dari Partai Golkar.

Baca Juga: Ketiban Hoki 6 Zodiak Ini, Bakal Disiram Rezeki dan Cuan, Bisa Nraktir Teman Makan Enak Nihh

Jika dilihat dari sejumlah survey, elektabilitas Airlangga Hartarto masih belum signifikan.

“Kalau sudah dipastikan dari Golkar bahwa Ketum Airlangga yang akan dicalonkan, pastinya secara internal sudah kata putus. Tinggal sekarang apakah bisa mulai memasarkan pak Airlangga, mesin mesinnya tadi sampai ke level grassroot,” tandas Zuhro.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X