Dugaan Santri Meninggal karena Dianiaya, Begini Penjelasan dari Ponpes Gontor

- Selasa, 6 September 2022 | 09:48 WIB
Permohonan Maaf Pesantren Gontor atas kematian AM, santri Palembang yang meninggal dianiaya. (YouTube Gontor TV)
Permohonan Maaf Pesantren Gontor atas kematian AM, santri Palembang yang meninggal dianiaya. (YouTube Gontor TV)

PONOROGO, suaramerdeka.com - Pasca viralnya santri yang meninggal dunia karena dugaan penganiayaan, pihak Pondok Modern Darussalam Gontor akhirnya buka suara.

Sebelumnya diketahui seorang santri Pondok Modern Darussalam Gontor berinisial AM asal Palembang meninggal dunia pada 22 Agustus 2022 lalu.

Saat itu menurut keterangan pihak pengantar, AM meninggal dunia karena kelelahan usai menjadi Ketua Perkemahan Kamis Jumat (Perkajum).

Baca Juga: Banjir Masih Redam Sepertiga Wilayah Pakistan, Jumlah Korban Bertambah

Saat itu pihak keluarga yang curiga akhirnya melihat langsung kondisi jenazah AM di mana ditemukan bercak darah pada kain kafan AM.

Pihak Pondok Modern Darussalam Gontor akhirnya mengakui bahwa ada dugaan penganiayaan pada AM hingga mengakibatkan santri tersebut meninggal.

Dalam keterangan tertulisnya 5 September 2022, pihak Pondok Modern Darussalam Gontor setidaknya memuat 3 poin dalam kasus meninggalnya AM.

Baca Juga: Ini 6 Tanaman Buah Penarik Rezeki Menurut Islam, Segera Tanam di Pekarangan Rumah, Insyaallah Bawa Berkah

Juru bicara pihak Pondok Modern Darussalam Gontor, Noor Syahid mengucapkan permintaan maaf sekaligus belasungkawa terhadap keluarga AM.

“Pertama, kami keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor dengan ini memohon maaf sekaligus berbelasungkawa yang sebesar-besarnya atas wafatnya Almarhum Ananda AM, khususnya kepada orangtua dan keluarga almarhum di Sumatera Selatan,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X