Jangan Sekedar Membeli Masker 'Aspal', Cek Dulu Izin Edarnya

- Jumat, 23 Juli 2021 | 11:43 WIB
Masker KN95. (foto: pikiran rakyat) (Nugroho Wahyu Utomo)
Masker KN95. (foto: pikiran rakyat) (Nugroho Wahyu Utomo)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Memakai masker menjadi salah satu kepatuhan dalam menerapkan protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19.

Namun, tak hanya sekedar membeli masker, Anda perlu memperhatikan juga izin edarnya. Masker dengan tingkat perlindungan yang akurat telah memiliki izin edar dan terdaftar di Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Pastikan Anda mengecek keaslian masker yang dibeli. Biasanya nomor seri izin akan tercantum di dalam kemasan. Jika masker memiliki izin edar dari Kemenkes, masker tersebut telah memenuhi persyaratan mutu keamanan dan manfaat.

Persyaratannya antara lain telah lulus uji bacterial filtration efficiency (BFE), partie filtration efficiency (PFE), dan breathing resistance sebagai syarat untuk mencegah penularan virus dan bakteri.

Baca Juga: Testing-Tracing Daerah PPKM Level 4 Masih Rendah, Hanya 5 Wilayah Capai Target

Ada dua jenis masker medis yakni masker bedah dan masker respirator, seperti dikutip dari laman Kementerian Kesehatan. Masker bedah menggunakan material non-woven spunbond, meltblown, spunbond (SMS) dan spunbond, meltblown, meltblown, spunbond (SMMS). Masker sekali pakai ini memiliki 3 lapisan untuk menutupi mulut dan hidung.

Adapun masker respirator atau biasa disebut N95 atau KN95 menggunakan lapisan yang lebih tebal berupa polypropylene dan lapisan tengah berupa elektrete/ charge polypropylene. Biasanya masker respirator ini digunakan oleh pasien yang kontak langsung dengan pasien Covid-19 dan tenaga kesehatan.

Masker sebaiknya dibeli di toko dan apotek terpercaya. Saat ini, e-commerce banyak menjadi sarana peredaran masker palsu sehingga masker dengan harga rendah perlu untuk diwaspadai.

Apabila Anda menemukan masker 'Aspal' yang dicurigai tidak memenuhi standar, laporkan melalui akses Hallo Kemkes di 1500567

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Kata Data

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Digitalisasi Tetap Menjadi Kunci Pengembangan Daerah

Rabu, 22 September 2021 | 14:33 WIB

Bupati Kolaka Timur dan Lima Staf Terjaring OTT KPK

Rabu, 22 September 2021 | 10:53 WIB

Pak Penghulu pun Kenakan APD

Rabu, 22 September 2021 | 01:35 WIB

PTM Tanpa Izin, 90 Siswa Terpapar Virus Korona

Rabu, 22 September 2021 | 01:29 WIB

Rehab Rumah Tak Layak Huni, BRI Gombong Bantu Rp 50 Juta

Selasa, 21 September 2021 | 21:46 WIB
X