Inmendagri Nomor 22 Tahun 2021 Dikeluarkan, Tito Tekankan Upaya Penguatan 3T

- Jumat, 23 Juli 2021 | 08:36 WIB
Mendagri Tito Karnavian. (Humas Setkab) (Jati Prihatnomo)
Mendagri Tito Karnavian. (Humas Setkab) (Jati Prihatnomo)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali resmi dikeluarkan

Kebijakan yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pada tanggal 20 Juli 2021 ini berlaku sejak tanggal 21 Juli sampai 25 Juli 2021.

“Kami sudah menerbitkan Instruksi Mendagri Nomor 22 Tahun 2021, kemudian ini berlaku dari tanggal 21 sampai dengan tanggal 25 (Juli), dan setelah itu nanti akan ada evaluasi,” ujar Mendagri dalam Rapat Koordinasi terkait Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Jawa dan Bali, melalui konferensi video

Ketentuan yang terdapat pada Inmendagri ini, kata Tito, secara umum isinya sama dengan aturan sebelumnya. “Isinya sebetulnya secara substansi sama dengan PPKM Darurat,” ujarnya.

Baca Juga: Kuota Seleksi ASN Dialokasikan untuk Guru, Jenjang SMA/SMK Negeri Masih Kekurangan

Melalui instruksi ini, Tito tak hanya menekankan ketentuan pembatasan kegiatan masyarakat, namun mengenai penguatan upaya 3T (testing, tracing, treatment) perlu terus diterapkan.

Ditegaskan Mendagri, pengetesan atau testing perlu ditingkatkan sesuai dengan tingkat positivity rate mingguan.

Jika positivity rate mingguan 5 persen – 15 persen – 25 persen adalah 15.

Testing tersebut perlu terus ditingkatkan dengan target positivity rate

Baca Juga: Kasus Positif Covid-19 Indonesia Tembus 3 Juta, Pasien Sembuh Catat Rekor Baru

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Munas Alim Ulama, PPP Jajaki Dukungan Capres

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:10 WIB

Saatnya, Kawasan Selatan Jabar Jadi Sasaran Menawan

Senin, 18 Oktober 2021 | 15:32 WIB
X