Anggaran Perlindungan Sosial Ditambah

Red
- Jumat, 23 Juli 2021 | 06:02 WIB
SM/Twitter.com/@kemensosRI : Tri Rismaharini
SM/Twitter.com/@kemensosRI : Tri Rismaharini

Terutama oleh seluruh jajaran pemerintah untuk menyampaikannya tepat sasaran dan tepat momentum. ”Kita semua berkejaran dengan waktu untuk segera mengatasi wabah ini. Hal tersebut agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dan kembali produktif,” imbuhnya.

Angka Kematian

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan selaku PPKM Darurat Jawa-Bali meminta pemerintah daerah mengevaluasi penyebab kematian yang tinggi di sejumlah wilayah. Dirinya meminta agar para kepala daerah menjalankan pengetesan (testing), pelacakan (tracing) dan perawatan (treatment) secara seksama.

Hal tersebut diperintahkannya dalam Rapat Koordinasi yang dilaksanakan secara virtual bersama para pemimpin daerah se-Jawa dan Bali beserta sejumlah menteri terkait pada Rabu petang (21/7) petang.

”Pelaksanaan testing, tracing, dan treatment saya kira ini bisa berjalan lebih masif lagi, terutama sebagai mitigasi kemungkinan lonjakan setelah Idul Adha selama dua minggu ke depan,” kata Luhut.

Dikatakan lebih lanjut, Presiden telah meminta agar para kepala daerah memiliki data yang pasti terkait pasien meninggal apakah sudah divaksinasi ataukah belum. Dirinya menambahkan bahwa ketersediaan oksigen, penanganan oleh rumah sakit, akses kepada obat juga harus mendapatkan perhatian. ”Kalau boleh, semua teman-teman para gubernur dan para bupati/walikota untuk melakukan pendataan.

Saya berharap ini nanti bisa disampaikan,” tambahnya. Dirinya menegaskan bahwa pemerintah harus fokus kepada menurunkan tingkat kematian yang telah mencapai lebih dari seribu orang. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pihaknya telah meminta pengelola rumah sakit secepatnya memperbarui tata laksana perawatan Covid-19.

”Jika kita lihat varian delta ini, penyebarannya lebih cepat, sembuhnya lebih cepat, namun wafatnyapun jadi lebih cepat.

Karena itu perlu segera disusun tata laksana perawatan yang baru,” ucap Menkes Budi. Menurutnya dengan melakukan hal tersebut maka langkah intervensi akan lebih cepat dilakukan. Mengenai langkah intervensi, Budi meminta fasilitas kesehatan di daerah agar dapat menyediakan data, diantaranya apakah pasien meninggal sudah divaksin lengkap atau belum, perbandingan jumlah pasien komorbid data pasien meninggal pada tahap badai sitokin atau sebelum, dan apakah sebelum meninggal sudah mendapatkan bantuan oksigen atau belum. (bn,H28,J13,ant-64)

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Jokowi Tidak Ingin Ada Konflik Agraria di Banyak Daerah

Kamis, 23 September 2021 | 13:20 WIB

Tol Semarang-Demak Gunakan Bambu sebagai Matras

Kamis, 23 September 2021 | 02:09 WIB

Purbalingga dan Jepara Hentikan PTM

Kamis, 23 September 2021 | 02:03 WIB

Hidupi 80 Nenek Sebatang Kara

Kamis, 23 September 2021 | 01:52 WIB

Uang Suap Dicatat Bantuan Sosial

Kamis, 23 September 2021 | 01:40 WIB
X