Kabar Duka, Ekonom Senior Christianto Wibisono Meninggal Dunia

Ant
- Jumat, 23 Juli 2021 | 04:42 WIB
Christianto Wibisono (Youtube)
Christianto Wibisono (Youtube)

JAKARTA, suaramerdeka.com – Kabar duka datang dari dunia ekonomi Indonesia setelah ekonom senior, Christianto Wibisono meninggal dunia, Kamis (22/7/2021) malam.

Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia atau PDBI itu tutup usai sehari jelang ulang tahun ke-50 pernikahannya.

"Dengan duka yang terdalam, namun dalam kekuatan paling surgawi, kami sekeluarga mengumumkan wafatnya Christianto Wibisono, pada pukul 17:05 pada tanggal 22 Juli 2021, satu hari menjelang Hari Ulang Tahun Pernikahannya yang ke-50," kata sang putri, Astrid Wibisono, dikutip melalui akun instagram, Kamis (22/7/2021).

Christianto sendiri diketahui terpapar Covid-19. Diakui sang putri, ayahnya sangat bersikeras memerangi penyakit tersebut hingga akhir hayatnya.

Baca Juga: Bagi-bagi Daging Kurban, Golkar Jateng dan Kepedulian Partai di Tengah Pandemi

"Adalah keinginannya agar Indonesia bersatu dalam iman, harapan, & cinta, dalam memerangi Covid-19 & dilahirkan kembali, lebih kuat dari sebelumnya. Istirahat Dalam Damai Christianto Wibisono," tuturnya..

Atas dukungan para kerabat dan doa yang disampaikan untuk almarhum, pihak keluarga juga berterima kasih.

"Kami berterima kasih atas semua cinta, doa & dukungan yang telah mengalir untuknya selama seminggu terakhir. Dalam ingatannya, kami memohon doa untuk negara tercinta, Indonesia, yang sangat ia cintai," ujarnya.

Baca Juga: Tren Covid-19 di Cilacap Menurun, Ganjar Minta Jangan Lengah

Dilansir dari Antara, Christianto lahir di Semarang pada 10 April 1945. Awal karier Christianto adalah menjadi penulis surat kabar yang diterbitkan Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI) bernama Harian KAMI dan turut menjadi pendiri mingguan Ekspres pada 1971.

Ia juga pernah menjadi Asisten Pribadi Wakil Presiden Adam Malik pada 1978 sampai 1983 khusus masalah Dialog Utara Selatan serta sempat bergabung dengan PSI untuk menjadi calon legislatif pada Pemilu 2019.

Ekonom senior ini juga merupakan salah satu pendukung kebijakan pemerintah untuk menyelamatkan Bank century saat terjadi krisis finansial 2008 silam.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tertinggi Kesembuhan Pasien Covid-19 di Jateng

Senin, 20 September 2021 | 01:10 WIB

Kreativitas lewat Film tentang Rara Mendut

Senin, 20 September 2021 | 01:00 WIB

Peradi Pemalang Luncurkan Pusat Bantuan Hukum Gratis

Minggu, 19 September 2021 | 18:02 WIB

Immune Booster Disalurkan ke Korban Banjir Lebak

Minggu, 19 September 2021 | 11:16 WIB

Membiasakan Hidup Bersama Covid-19

Minggu, 19 September 2021 | 00:34 WIB

Pandemi dan Keseimbangan Hidup

Minggu, 19 September 2021 | 00:21 WIB
X