Masyarakat Jangan Takut Vaksin, LaNyalla: Banyak Hoaks di Medsos

- Kamis, 22 Juli 2021 | 20:39 WIB
ilustrasi lawan hoaks. Ilustrasi/Kominfo
ilustrasi lawan hoaks. Ilustrasi/Kominfo

JAKARTA, suaramerdeka.com - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta masyarakat tidak khawatir mengikuti vaksinasi sebagai salah satu upaya pengendalian COVID-19.

Pihaknya menyatakan hal tersebut untuk menanggapi pernyataan pemerintah yang mengatakan 54 orang meninggal dunia, usai menerima vaksin COVID-19.

“Jangan khawatir divaksin, sebab adanya kasus warga yang meninggal usai vaksin, diketahui memiliki komorbid atau penyakit bawaan,” ujarnya, Kamis (22/7).

Baca Juga: PPKM Level 4 Bakal Dilonggarkan, Keluhan Masyarakat jadi Pertimbangan

Seperti diketahui, ada lima jenis vaksin Covid yang sudah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari BPOM, yaitu Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, dan Pfizer.

La Nyalla mengatakan masyarakat harus melihat dengan kaca mata lebih luas mengenai penggunaan vaksin ini.

Berdasarkan data pemerintah, persentase warga yang meninggal usai divaksin sangat kecil, yakni sebanyak 54 orang yang meninggal itu diambil dari 5,1 juta sampel penerima vaksin.

Untuk itu, LaNyalla berharap masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan bahwa kematian warga itu karena vaksinasi COVID-19.

Baca Juga: Kurangi Mobilitas Selama Perpanjangan PPKM Darurat, Pintu Tol Gondangrejo Ditutup 24 Jam Full

“Sama sekali bukan mengecilkan arti nyawa seseorang, karena itu prioritas. Tetapi di tengah pandemi, kita harus bisa memahami manfaat vaksinasi yang jauh lebih besar. Meskipun bukan berarti setelah vaksin akan kebal corona,” ucapnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

BPJPH Dukung Pengembangan Produk Kosmetik Halal

Rabu, 28 Juli 2021 | 23:17 WIB

NPHD Ditandangani, Dana KONI Segera Cair

Rabu, 28 Juli 2021 | 21:16 WIB
X