PPKM Darurat, Ribuan Pelanggaran Prokes Tetap Terjadi

- Kamis, 22 Juli 2021 | 19:43 WIB
Personel kepolisian memberi sanksi fisik kepada masyarakat yang melanggar PPKM Darurat di Kabupaten Remban. (suaramerdeka.com / Ilyas al-Musthofa)
Personel kepolisian memberi sanksi fisik kepada masyarakat yang melanggar PPKM Darurat di Kabupaten Remban. (suaramerdeka.com / Ilyas al-Musthofa)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Abai terhadap protokol kesehatan mendominasi tindak pelanggaran yang dilakukan masyarakat selama pelaksanaan PPKM darurat sebelum diubah menjadi PPKM Level 1 hingga 4 di Jabar.

"Catatan kami ada 22.414 pelanggaran, kebanyakan bersifat perorangan. Kita tak beri sanksi semuanya tapi sekitar 88,6 persen itu terkait prokes," kata Ketua Divisi Komunikasi Publik, Perubahan Prilaku dan Penegakkan Aturan Satgas Covid-19 Jabar, M Ade Afriandi secara daring, Kamis 22 Juli 2021.

Besaran pelanggaran itu kemungkinan lebih besar dari angka-angka tersebut. Pasalnya, kata Afriandi, pihaknya lebih mengedepankan persuasi dengan melakukan edukasi.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Tidak Turun Otomatis, Faheem Younus: Negara Kompak Menang Lawan Virus

Bahkan sebelum menjatuhkan sanksi, mereka menyempatkan diri melakukan sosialisasi tiga hingga empat hari sebelumnya.

"Kami tak langsung memberikan sanksi berat, petugas dan penyidik juga menghindari main kasar atau memaksa, kami tak berupaya menindak dengan langsung hukuman berat," katanya.

Dia yang juga menjabat sebagai Kasatpol PP Jabar tak menampik bahwa penjatuhan sanksi termasuk pidana ringan sebenarnya sudah diatur secara jelas dalam Perda Tentang Penyelenggaraan Ketentraman Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat.

Alasannya, katanya, pihaknya menilai pemberian edukasi di situasi darurat masih dinilai efektif guna menggugah kesadaran masyarakat. Karenanya, mereka pun banyak memilih menggelar patroli

Baca Juga: Forki Salatiga Siap Ikuti Kejurprov Karate

"Itu diawali patroli senyum, H-3 kita melakukannya, arah sosialisasinya mengenai kebijakan PPKM darurat. Kita tak menakuti-nakuti tapi ada konsekwensi kalau dilanggar karena itu kalau tak pakai masker misalnya, kita beritahukan, dulu" jelasnya.

Meski demikian, Afriandi menolak anggapan timnya lembek dalam urusan penegakan hukum terhadap pelanggar prokes.

Dia menyebut ada hukuman pidana yang dijatuhkan.

Baca Juga: Indonesia Pasti Bisa Bantu Rumah Sakit Rp 15,4 Miliar, Sediakan Konsentrator Oksigen

Dari sanksi yang dijatuhkan dari jumlah pelanggaran itu, sebanyak 11,4 persen di antaranya diproses tindak pidana ringan (tipiring).

Ada pelanggar yang langsung disidang di tempat di samping secara virtual dengan hakim berada di ruang pengadilan.

"Kami pun memberikan tindakan dari mulai teguran lisan, penempelan stiker bukti pelanggaran, hingga penyegelan. Bahkan kalau sudah sosialisasi masih belum prokes juga, ya kita tangkap tangan langsung di BAP oleh penyidik-penyidik kita," jelasnya.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

7 Fakta Meninggalnya Ameer Azzikra, Adik Alvin Faiz

Senin, 29 November 2021 | 18:55 WIB
X