Kawasan Malioboro Mulai Dibuka Terbatas, Wisawatan Tetap Tak Boleh Masuk

Red
- Kamis, 22 Juli 2021 | 15:30 WIB
Suasana lengang tampak di sektor utara pedestrian Malioboro pada penerapan PPKM Darurat hari pertama, Sabtu (3/7). (Suaramerdeka.com/dok)
Suasana lengang tampak di sektor utara pedestrian Malioboro pada penerapan PPKM Darurat hari pertama, Sabtu (3/7). (Suaramerdeka.com/dok)

“Kami periksa dokumen kelengkapan perjalanan mereka, mulai dari kartu vaksin, surat bebas COVID-19 dan dokumen lainnya. Dari luar DIY, semua rata-rata patuh. Hanya sekitar satu persen yang diputar balik,” katanya.

Selama dilakukan penyekatan di sejumlah ruas jalan, mobilitas masyarakat atau volume kendaraan yang melintas di Kota Yogyakarta bisa ditekan hingga menjadi 31 persen pada siang hari dan turun menjadi 22 persen pada malam hari.

Baca Juga: PPKM Level 4, Startup Penyedia Kerja Sampingan Diminati Pekerja Terimbas PHK

Sementara itu Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kawasan Cagar Budaya Ekwanto mengatakan akan meminta petugas keamanan Malioboro, Jogoboro, untuk meningkatkan pengawasan saat akses Malioboro mulai dibuka secara terbatas.

“Tetap harus dilakukan pengawasan terutama jika terjadi kerumunan. Tetapi hingga saat ini kondisi Malioboro praktis cukup sepi. Tidak ada PKL dan toko-toko nonesensial pun masih tutup. Wisatawan juga tidak ada,” katanya.

Aktivitas ekonomi di Jalan Malioboro, lanjut Ekwanto hanya terjadi di sejumlah restoran, namun tetap tidak diperbolehkan makan di tempat serta apotek.

“Sampai saat ini pun, lampu taman di sepanjang Jalan Malioboro tetap dimatikan pada pukul 20.00 WIB,” katanya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X