Mensos Sampaikan Empat Hal Upaya Penanggulangan Bencana, Ini Poin-poinnya

- Kamis, 22 Juli 2021 | 13:57 WIB
Mensos Tri Rismaharini  (Tim SMcom04)
Mensos Tri Rismaharini (Tim SMcom04)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menyampaikan empat hal terkait upaya penanggulangan bencana.

Sebelumnya perlu diketahui bahwa Indonesia merupakan supermarket bencana.

Di mana bencana alam mulai dari banjir, tanah longsor, gempa bumi, puting beliung, gunung meletus, kekeringan, kebakaran hampir setiap tahun melanda Indonesia.

Baca Juga: Resmi Sandang Gelar Doktor Manajemen, Sandiaga Uno Ungkap Jalan Berliku yang Dihadapinya

Oleh sebab itu Mensos mengeluarkan empat hal atau poin-poin penting dalam penanggulangan bencana, seperti yang dikutip suaramerdeka.com dari pikiran-rakyat.com, kamis, 22 Juli 2021.

Pertama, kata Mensos, menitikberatkan kepada jajaran Kementerian Sosial agar memberikan pemahaman mitigasi bencana kepada masyarakat.

Menurutnya, penting untuk segera melakukan berbagai langkah antisipasi dengan menjelaskan bahaya bencana sehingga ada persiapan untuk menghadapinya, termasuk dengan cara-cara kearifan lokal di tengah masyarakat.

Baca Juga: Kapolri Instruksikan Jajarannya Bantu Percepatan Penyaluran Bansos Tepat Sasaran

“Kita belajar dari bencana di Palu yang sebelumnya sudah diperingatkan akan terjadinya bencana tapi karena tidak ada respon. Dampaknya bisa kita saksikan, begitu banyak korban jiwa,” ujar Mensos Risma.

Kedua, lanjut Mensos, dalam situasi bencana, komunikasi menjadi kendala yang tidak mudah diatasi.

Kondisi yang tidak normal bisa berdampak pada sulitnya pengiriman bantuan dan kebijakan seperti apa yang harus dilakukan.

Permasalahan juga muncul karena adanya kendala komunikasi di lokasi bencana.

Maka dari itu, tim hanya fokus di satu titik yang dianggap parah.

Padahal di titik lain justru lebih parah dan sangat memerlukan bantuan yang harus disegerakan.

Ketiga, perlu juga dipahami apa yang diramalkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Jangan dianggap remeh, sebab ramalan tersebut sudah melalui tahap dan langkah-langkah serta kajian ilmiah.

Keempat, perlu melakukan pengecekan peralatan yang dibutuhkan dalam menghadapi bencana alam.

Seperti bagaimana cara memberikan tanda di rumah yang terdapat anggota keluarga penyandang disabilitas seperti tuna netra atau lanjut usia (lansia).

Tanda yang dimaksud bisa berupa silang (X) atau yang lainnya, sehingga saat terjadi bencana tim evakuasi bisa dengan mudah mengenali rumah dengan tanda tersebut dan melakukan upaya agar warga yang prioritas diungsikan ke tempat aman.

"Saat terjadi bencana penyandang disabilitas, netra ataupun lansia tidak tahu harus melakukan apa, maka dengan tanda khusus di rumah itu membuat tim evakuasi bisa cepat melakukan pemindahan ke tempat lebih aman serta jumlah korban jiwa bisa diminimalisir," kata dia. (Amir Faisol/pikiran-rakyat.com)

 

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X