Zona Merah Nasional Meledak Jadi 180, Jawa Timur-Jawa Tengah Kompak Pecah Rekor

- Kamis, 22 Juli 2021 | 09:24 WIB
Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. /Pixabay/Dieterich01
Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. /Pixabay/Dieterich01

JAKARTA, suaramerdeka.com – Zona merah Covid-19 nasional pada pekan terakhir pelaksanaan PPKM Darurat Jawa-Bali, meledak menjadi 180 wilayah atau naik hampir 40 persen dari sebelumnya 129 wilayah Indonesia masuk zona risiko tinggi Covid-19.

Yang mengejutkan hampir 80 persen zona merah berada di Jawa-Bali-Sumatera dengan total 142 zona risiko tinggi Covid-19

Selebihnya tersebar di provinsi luar Jawa-Bali-Sumatera. Peta risiko Covid-19 terbaru merupakan update data per 18 Juli 2021, sementara PPKM Darurat Jawa-Bali berlaku sejak 3 Juli dan berakhir pada 20 Juli lalu.

Dari data pada covid19.go.id/peta-risiko yang dirilis pada Rabu (21/7), secara zona merah naik dari dari 129 menjadi 180 (35,02 persen), zona oranye turun dari 294 menjadi 281 (54,60 persen).

Baca Juga: 16 Bangunan di 7 Kawasan Perkotaan Akan Dikonversi Jadi Rumah Sakit Darurat Covid-19

Lalu, zona kuning turun dari 79 menjadi 51 (9,9 persen) dan zona risiko rendah turun dari 16 menjadi 1 (0,19 persen) dan zona tidak ada kasus tetap 1 (0,19 persen).

Dari total zona merah nasional, Jawa-Bali mendominasi dengan 105 daerah atau hampir 60 persen dari total zona risiko tinggi Covid-19 nasional, disusul Sumatera (37), Kalimantan  (15), Sulawesi (11), Nusatenggara Barat dan Timur (6), Maluku (4) dan Papua (2).

Pekan ini bukan Jawa Tengah yang mencatat rekor zona merah melainkan Jawa Timur. Hampir seluruh wilayah Jatim, 33 dari 38 kabupaten/kota masuk zona merah.

Disusul Jawa Tengah tertinggi kedua dengan 29 dari 35 kabupaten/kota masuk zona merah. Lalu, Jawa Barat 21 dari 27 kabupaten/kota masuk zona merah dan Banten (8) serta DKI Jakarta, DI Yogyakarta dan Bali masing 5 zona merah.

Baca Juga: Bulog Salurkan 629 Ton Beras untuk Warga Blora Terdampak PPKM Darurat

Rekor daerah dengan zona merah tertinggi nasional Jawa Timur (33) yakni, Ponorogo, Kediri, Kota Batu, Madiun, Malang, Mojokerto, Tuban, Sidoarjo, Banyuwangi, Ngawi, Kota Kediri, Lumajang.

Lalu Situbondo, Bojonegoro, Bangkalan, Kota Madiun, Jember, Magetan, Nganjuk, Probolinggo, Kota Surabaya, Trenggalek, Jombang, Blitar, Gresik, Pacitan, Kota Mojokerto, Kota Pasuruan, Tulungagung dan Kabupaten Pasuruan.

Adapun 29 zona merah Jawa Tengah, yakni Banjarnegara, Wonogiri, Karangayar, Batang, Kota Surakarta, Kota Semarang, Kota Pekalongan, Kota Tegal.

Lalu, Banyumas, Kabumen, Sukoharjo, Temanggung, Pemalang, Tegal, Malelang, Boyolali, Pati,  Kendal, Pekalongan, Brebes, Purbalingga, Purorejo., Wonosobo, Sragen, Rembang, Semarang, Cilacap, Klaten dan Jepara.

Sementara lima kabupaten/kota sisanya yang berstatus zona oranye di Jatim yakni Kota Probolinggo, Sumenep, Kota Blitar, Pamekasan dan Sampang.

Adapun enam zona oranye Jateng yakni Kudus, Grobogan, Kota Magelang, Blora, Demak dan Kota Salatiga. Pekan ini zona merah Jateng naik tipis dari 28 menjadi 29 wilayah.    

Selain didominasi zona merah, beberapa provinsi Jawa-Bali lainnya juga memiliki zona oranye.

Jawa Barat enam yakni, Ciamis, Sukabumi, Tasikmalaya, Subang, Purwakerta, dan Pangandaran. Bali ada 4, yakni Gianyar, Bangli, Klungkung dan Karangasem. Lalu, Banten ada Lebak dan DKI ada Kepulauan Seribu

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Umrah Segera Dibuka, Simak Syaratnya Saat Pandemi

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 07:15 WIB

PPP dan Golkar Terbuka untuk Koalisi Pilpres 2024

Jumat, 15 Oktober 2021 | 20:06 WIB

Buntut Banteng vs Celeng, Mbogo Dipanggil DPP PDIP

Jumat, 15 Oktober 2021 | 17:39 WIB
X