Ahli Setuju PPKM Darurat Diperpanjang

- Rabu, 21 Juli 2021 | 13:00 WIB
Ilustrasi PPKM (suaramerdeka.com / dok) (Nugroho Wahyu Utomo)
Ilustrasi PPKM (suaramerdeka.com / dok) (Nugroho Wahyu Utomo)

JAKARTA, suaramerdeka.com - PPKM Darurat berlangsung sejak 3 Juli. Selama pelaksanaan PPKM Darurat, telah terlihat adanya penurunan kasus penularan Covid-19 dan Bed Occupancy rate juga mulai mendatar.

Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K)., M.Si menyatakan bahwa PPKM Darurat perlu diperpanjang agar penularan virus Covid-19 dapat turun signifikan.

PPKM Darurat harus diperpanjang karena angka kematian masih meningkat tajam, kemungkinan penularan masih meningkat tajam, walau kasus baru seolah menurun, mungkin karena tracing yang menurun," ujar Prof Soedjatmiko.

Baca Juga: Soal Perpanjangan PPKM Darurat, Ini Tanggapan Prof Zubairi Djoerban

Prof Soedjatmiko juga menjelaskan PPKM Darurat perlu dilaksanakan dengan lebih tegas.

“Pemerintah perlu tindak tegas pelanggar PPKM Darurat. Jangan ragu untuk menindak pelanggar karena untuk keselamatan kita semua,” tegasnya.

“Selain patuh pada aturan PPKM Darurat, masyarakat juga perlu disiplin pada penerapan protokol kesehatan. Jika harus keluar rumah, wajib pakai masker dengan benar dan dobel. Masker harus menutup hidung, mulut, dagu dan pipi. Tidak boleh longgar dan melorot,” tambah Prof Soedjatmiko.

Baca Juga: DPRD DKI Jakarta Minta Polisi Tindak Tegas Calo Kremasi

Kemudian, Prof Soedjatmiko mengimbau kalau ada keluarga yang sering keluar rumah, maka sesampainya di rumah setelah mandi dan mengganti pakaian, ia harus tetap memakai masker dan menjaga jarak dengan keluarga.

Tujuannya agar tidak menularkan virus dari saluran napasnya yang masuk ketika ia di luar rumah.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X