Perpanjangan PPKM Darurat Sudah Tepat, Epidemiolog Minta Semua Pihak Mendukung

- Rabu, 21 Juli 2021 | 07:30 WIB
Ilustrasi PPKM (suaramerdeka.com / dok) (Nugroho Wahyu Utomo)
Ilustrasi PPKM (suaramerdeka.com / dok) (Nugroho Wahyu Utomo)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Presiden Joko Widodo resmi melanjutkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat hingga 25 Juli dan akan melakukan pembukaan secara bertahap mulai 26 Juli 2021.

Keputusan perpanjangan itu dinilai Epidemiolog Universitas Gadjah Mada, Riris Andono Ahmad sudah tepat.

Maka dari itu, semua pihak harus bisa mendukung perpanjangan itu agar kasus harian Covid-19 bisa turun sesuai target.

Baca Juga: Artis Berinisial AS Gelar Pesta dan Langgar Prokes, Benarkah Arya Saloka?

"Kalau belum turun, kan harus diperpanjang. Kalau memang mau turun sampai targetnya 10 ribu kasus Covid-19 harian," kata Riris dalam keterangan tertulis yang diterima suaramerdeka.com.

PPKM Darurat jilid pertama pada 3-20 Juli, dinilai Riris, belum berhasil menurunkan kasus harian, yang ditarget 10 ribu per hari, karena masyarakat masih banyak belum membatasi aktivitas.

Dia pun menyarankan, selama PPKM Darurat, 70 persen masyarakat untuk tetap di rumah. "Itu baru kemudian akan ada penurunan signifikan," katanya.

Baca Juga: Wiku: Indonesia Tambah 30 Juta Dosis Vaksin Akhir Agustus

Menurut dia, sebagian masyarakat resisten dengan PPKM Darurat dengan menganggap kebijakan itu tidak efektif.

Pandangan seperti itu harus diubah agar PPKM Darurat berhasil menurunkan kasus harian Covid-19. "Padahal bukan PPKM-nya yang tidak efektif," tuturnya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PMI DIY Salurkan Bantuan bagi Korban Erupsi Semeru

Selasa, 7 Desember 2021 | 23:28 WIB

Kemenag Raih Anugerah Meritokrasi KASN 2021

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:40 WIB

Safar: Program JKN KIS, Jaminan Kesehatan yang Mumpuni

Selasa, 7 Desember 2021 | 14:07 WIB
X