PPKM Darurat Diperpanjang, Kemenkes Fokus Perkuat Peran Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit

Ant
- Rabu, 21 Juli 2021 | 06:15 WIB
Ruang isolasi pasien Covid-19 (antara)
Ruang isolasi pasien Covid-19 (antara)

JAKARTA, suaramerdeka.com – Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan perpanjangan PPKM Darurat hingga 25 Juli lalu akan membuka secara bertahap mulai 26 Juli 2021

Merespon hal tersebut, Kementerian Kesehatan memilih fokus pada strategi memperkuat peran fasilitas pelayanan kesehatan di rumah sakit.

"Tetap kami perkuat di hilir, mengoperasikan isolasi terpusat, penambahan rumah lapangan dan operasional Rumah Sakit Wisma Haji," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi.

Baca Juga: Wagub Temui Pedagang Terdampak PPKM

Lalu, untuk penyembuhan pasien selama menjalani perawatan di rumah sakit, ketersediaan obat terapi Covid-19 juga perlu dipastikan Kemenkes.

Tak ketinggalan, penyediaan oksigen yang mencukupi bagi pasien yang membutuhkan, jadi salah satu upaya Kemenkes memperkuat pelayanan di rumah sakit.

Siti Nadia menambahkan Kemenkes juga terus mendorong peran rumah sakit, klinik, Puskesmas, dan fasyankes lainnya dalam meningkatkan upaya testing sebagai penelusuran kasus Covid-19 di masyarakat.

Baca Juga: Momentum Iduladha, PDI Perjuangan: Kobarkan Semangat Berbagi dan Getolkan Gotong Royong

Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 15 tahun 2021 tentang penetapan PPKM Darurat Jawa-Bali, target testing setiap kabupaten/kota untuk positivity rate kurang dari 5 persen, maka rasio tes minimal 1 per 1.000 penduduk per pekan.

Untuk daerah dengan positivity rate 5-15 persen, maka rasio tesnya adalah 5 per 1.000 penduduk per pekan. Untuk daerah dengan positivity rate 15-25 persen, rasio test adalah 10 per 1.000 penduduk per pekan.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

7 Fakta Meninggalnya Ameer Azzikra, Adik Alvin Faiz

Senin, 29 November 2021 | 18:55 WIB
X