Ansor: Harga Baru BBM Bentuk Keadilan Subsidi untuk Rakyat

- Senin, 5 September 2022 | 21:58 WIB
Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas.
Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas.

JAKARTA, suaramerdeka.com - GP Ansor menilai kebijakan baru pemerintah yang menyesuaikan harga baru BBM per Sabtu, 3 September 2022 merupakan langkah realistis yang harus diambil agar beban negara tidak kian berat.

Dengan pengurangan subsidi untuk BBM, maka keuangan negara diharapkan semakin sehat.

Seperti diketahui, subsidi dan kompensasi negara untuk BBM dari APBN 2022 sudah meningkat hingga tiga kali lipat, yakni dari Rp 152,5 triliun menjadi Rp 502,4 triliun.

Baca Juga: Gratis, Downlod Stumble Guys 0.40 Terbaru Dijamin Aman dan Legal, Dapatkan Fitur dan Skin Terbaru

"Ansor memahami situasi ini memang tidak mudah untuk dihadapi, apalagi saat ekonomi belum benar-benar pulih akibat pandemi Covid-19."

"Namun kami yakin ini sejatinya adalah opsi paling realistis untuk kebaikan negara dan rakyat," ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Senin, 5 September 2022.

Menurut Gus Yaqut, panggilan akrabnya, kenaikan harga BBM khususnya pertalite, pertamax dan solar per hari ini adalah bentuk penyesuaian pemerintah terhadap harga minyak dunia yang kian melonjak.

Jika hal ini tak diantisipasi dengan serius, justru dikhawatirkan akan berdampak kurang baik terhadap situasi di dalam negeri, baik ekonomi, sosial, politik dan lain sebagainya.

Baca Juga: Ajiab, Ini Rahasia Manfaat dan Khasiat Tanaman Cocor Bebek yang Jarang Diketahui, Yuk Segera Tanam di Rumah

Menurutnya, Presiden Joko Widodo pun telah menegaskan bahwa perubahan harga BBM ini adalah ikhtiar pemerintah untuk menempatkan subsidi kepada masyarakat yang lebih berhak, yakni kalangan bawah.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X