Harga BBM Subsidi Naik, Pengamat Transportasi: Harus Ada Bantuan untuk Angkutan Umum dan Barang

- Senin, 5 September 2022 | 18:19 WIB
ilustrasi angkutan umum/wajibbaca.com.
ilustrasi angkutan umum/wajibbaca.com.

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pemerintah pada Sabtu (3/9/2022) memutuskan menaikkan harga BBM bersubsidi.

Menurut Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat, dampak secara langsung adalah kenaikan biaya transportasi, baik umum maupun pribadi.

Dampak tidak langsungnya adalah kenaikan pada harga-harga barang yang lain.

Baca Juga: Aura Kaya Raya Terpancar, 5 Zodiak Ini Terdeteksi Isi Dompetnya Meluber September 2022

Pemerintah pun mengalokasikan subsidi transportasi angkutan umum Rp 2,17 triliun yang akan diberikan untuk bantuan angkutan umum, ojek on line dan nelayan.

"Jika betul ada bantuan terhadap ojek daring, sementara tidak ada bantuan untuk angkutan bus kota, angkutan perdesaan, AKDP, AKAP, mobil boks dan pengemudi truk, tentu aneh dan sikap pemerintah tersebut sangat ironis," katanya, Senin, 5 September 2022.

Djoko mengungkapkan jika bantuan subsidi itu tidak sampai sopir truk yang membantu kelancaran arus barang mogok, distribusi barang bisa kacau.

Baca Juga: Sedeeeeep! Daun Mangkokan Manjur Usir Bau Badan Tidak Sedap, Berikut Resep Alami dan Khasiat Lainnya

" Sebaliknya, subsidi sebaiknya tidak diarahkan untuk angkutan berbasis online atau ojek daring karena pemberian subsidi dinilai hanya akan menguntungkan aplikator," ungkapnya.

Karena, lanjut Djoko pengemudi ojek online sebagai mitra tidak akan merasakan peningkatan pendapatannya karena tergerus oleh potongan-potongan fasilitas aplikasi yang sangat besar.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X