Sambut Era Kendaraan Listrik, Kemenperin Kembangkan Baterai Hingga Stasiun Pengisian

- Selasa, 20 Juli 2021 | 19:48 WIB
Mobil Listrik Indonesia
Mobil Listrik Indonesia

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemerintah tengah mengakselerasi pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBL-BB) di tanah air yang tertuang dalam Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019.

Sebagai upaya berkontribusi pada upaya tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus melakukan industrialisasi KBL-BB, sekaligus turut melakukan riset untuk pengembangan komponen, infrastruktur pendukung, hingga penanganan limbah baterai kendaraan listrik.

“Saat ini industrialisasi KBL-BB di Indonesia telah membentuk ekosistem penyiapan infrastruktur yang sudah mulai bergerak dengan melibatkan para pemangku kepentingan, diharapkan nantinya industri KBL-BB akan menjadi sektor unggulan,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Minggu (18/7).

Baca Juga: Epidemiolog Prediksi Kasus Naik akhir Juli, Usulkan Tes Covid-19 per Hari 1 Juta Jiwa

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Doddy Rahadi menuturkan, optimalisasi program KBLBBmemerlukan dukungan sarana dan prasarana baik fasilitas produksi untuk kendaraan itu sendiri maupun infrastruktur pendukungnya.

Kemenperin terus mendorong percepatan program kendaraan bermotor hemat energi dan ramah lingkungan untuk transportasi jalan dalam rangka ketahanan energi, peningkatan efisiensi energi, dan konservasi energi di sektor transportasi,” ujarnya.

Doddy menambahkan, hal ini sekaligus dapat mendukung terwujudnya energi bersih, kualitas udara bersih dan ramah lingkungan, serta komitmen Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca.

Baca Juga: Dewa Budjana Datang, Naurora Menjelang

Kepala Pusat Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Industri dan Kebijakan Industri Kemenperin, Heru Kustanto menyebut, guna mendukung sarana dan prasarana serta infrastruktur pendukung kendaraan listrik, Kemenperin telah melakukan beberapa penelitian terkait pengembangan baterai dan inftrastruktur pengisian listrik, sesuai yang ditetapkan dalam Prioritas Riset Nasional (PRN).

Ia menyebut, beberapa contohnya antara lain hasil rekayasa dari Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) dalam teknologi pembuatan baterai untuk sepeda motor listrik dalam bentuk pouch.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Presiden Minta Jaga Kelestarian Penyu

Jumat, 24 September 2021 | 01:20 WIB

PTM Tak Akan Disetop

Jumat, 24 September 2021 | 01:10 WIB

Membudidayakan Klanceng agar Sejahtera

Jumat, 24 September 2021 | 01:00 WIB

Jokowi Tidak Ingin Ada Konflik Agraria di Banyak Daerah

Kamis, 23 September 2021 | 13:20 WIB
X