LDII Salurkan Daging Kurban kepada Warga Isoman

- Selasa, 20 Juli 2021 | 16:18 WIB
 DATANGI RUMAH: Panitia Kurban LDII Kota Semarang HM Yenuarso, bersama tim mendatangi rumah warga yang melakukan isoman memberikan daging kurban, Selasa (20/7). (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto)
DATANGI RUMAH: Panitia Kurban LDII Kota Semarang HM Yenuarso, bersama tim mendatangi rumah warga yang melakukan isoman memberikan daging kurban, Selasa (20/7). (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto)


SEMARANG, suaramerdeka.com - Pandemi Covid-19 yang sudah memasuki tahun kedua ini, tak menyurutkan umat Islam untuk berkurban. Semangat untuk tetap berkurban itu ikut ditunjukkan Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kota Semarang. Bahkan, daging hasil kurban pada tahun ini disalurkan kepada mereka yang tengah menjalani isolasi mandiri (Isoman) karena terpapar Covid-19.

Panitia Kurban LDII Kota Semarang, HM Yenuarso mengatakan, pembagian sebagian daging kurban kepada warga masyarakat yang tengah menjalani isolasi mandiri (Isoman) Covid-19, dilakukan dengan cara mengantarkannya langsung ke rumah masing-masing.

''Justru ini yang coba diutamakan warga LDII. Merupakan bagian kepedulian dan empati kami, pada penderita Covid-19. Mudah-mudahan dapat menambah imun mereka,'' ucap Gus Yen sapaan akrabnya, Selasa (20/7).

Baca Juga: Iduladha Momentum Pengorbanan bagi Bangsa, Ibadah dengan Protokol Kesehatan Ketat

Terpisah, Ketua DPD LDII Kota Semarang, Suhindoyo kepada Suara Merdeka Semarang menyampaikan, pihaknya menyembelih sebanyak 297 ekor sapi dan 64 kambing, pada pelaksanaan Idul Adha 1442 Hijriyah ini. Jumlah hewan kurban tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu.

''Hewan kurban ini akan disembelih di setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC) di masjid-masjid binaan LDII tingkat kelurahan, tepatnya di masjid tempat pengajian. Kalau dikonversi uang, kurban sapi warga LDII ini mencapai sekitar Rp7,4 milyar. Jika setiap sapi dianggap bernilai Rp25 juta,'' kata dia.

Lebih lanjut, Hindoyo menjelaskan bahwa pelaksanaan kurban telah betul-betul dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. Hanya petugas saja yang boleh masuk tempat penyembelihan, untuk menghindari agar tidak terjadi kerumunan.

''Selain itu, pembagian daging kurban dari panitia dilakukan dengan langsung mendatangi ke rumah-rumah penerimanya. Beberapa PAC, bahkan menyembelihkan kurbannya ke Rumah Pemotongan Hewan (RPH), sesuai saran Pemkot Semarang,'' tegas dia.

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X