ICW Soroti Vonis Edhy Prabowo: Hanya Kejahatan Biasa?

- Senin, 19 Juli 2021 | 19:19 WIB
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo/Foto dokumentasi (Nugroho Wahyu Utomo)
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo/Foto dokumentasi (Nugroho Wahyu Utomo)


JAKARTA, suaramerdeka.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) menyoroti soal vonis eks Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo.

Seperti diketahui, Edhy Prabowo terbukti melakukan tindak suap ekspor benur miliaran rupiah akan tetapi hakim hanya memberikan vonis 5 tahun penjara.

"Sampai sini kita perlu bertanya, seperti apa penegakan hukum tindak pidana korupsi dilihat dalam peradilan Indonesia? kejahatan biasa?" kata ICW, seperti dikutip suaramerdeka.com dari Pikiran-Rakyat.com, dalam artikel ICW: Hakim Lunak, KPK Tak Banyak Bertindak, Edhy Prabowo Menang Banyak, yang diunggah Senin (19/7)

ICW menilai vonis Edhy Prabowo hanya akan menambah daftar hitam potret lembaga peradilan di Tanah Air saat ini.

Baca Juga: Hendi: Terimakasih BIN, Ikut Turun Bantu Kota Semarang Tangani Covid-19

"Saat hakim lunak dan KPK tidak banyak bertindak, Edhy Prabowo menang banyak," demikian tulis ICW dalam akun @sahabaticw.

Selain mendapat vonis 5 tahun penjara dan denda Rp400 juta subsidair enam bulan kurungan dalam kasus korupsi penetapan izin ekspor benih lobster (benur), hak politik Edhy Prabowo juga dicabut selama 3 tahun.

"Menjatuhkan pidana tambahan terhadap terdakwa (Edhy Prabowo) berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 3 tahun sejak terdakwa selesai menjalani pidana pokok-nya," kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pindana Korupsi, Albertus Usada di Jakarta, Kamis, 15 Juli 2021. *** (Tim PRMN 03/Pikiran Rakyat)

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bupati Kolaka Timur dan Lima Staf Terjaring OTT KPK

Rabu, 22 September 2021 | 10:53 WIB

Peradi Pemalang Luncurkan Pusat Bantuan Hukum Gratis

Minggu, 19 September 2021 | 18:02 WIB
X