BNPB Identifikasi Wilayah Berpotensi Bahaya Banjir, Jateng Ada Dua Daerah

- Senin, 19 Juli 2021 | 12:23 WIB
Banjir. (foto ilusttasi: pikiran rakyat) (Team SMcom04)
Banjir. (foto ilusttasi: pikiran rakyat) (Team SMcom04)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Direktorat Peringatan Dini telah mengidentifikasi wilayah yang berpotensi bahaya banjir.

Wilayah tersebut adalah Kabupaten Bogor, Ciamis, Cianjur, Tasikmalaya, Kota Bogor dan Pangandaran di Provinsi Jawa Barat berstatus waspada banjir.

Sedangkan di Jawa Tengah ada dua daerah yaitu: Kabupaten Cilacap dan Banyumas.

Baca Juga: Vaksinasi Massal Pelajar di SMP 15 Semarang, 20 Tenaga Kesehatan Puskesmas Dilibatkan

Kemudian satu daerah lagi yatu Donggala di Sulawesi Tengah.

"Sejumlah wilayah tersebut termasuk daerah dengan catatan historis banjir tertinggi berdasarkan Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI)," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari PhD, seperti yang dikutip suaramerdeka.com dari pikiran-rakyat.com, senin, 19 Juli 2021.

Data wilayah yang berpotensi banjir tersebut berdasarkan analisis inaRISK dan analisis data impact based forecast dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Baca Juga: Menko Airlangga Ajak Habaib dan Ulama Sukseskan Protokol Kesehatan

BNPB meminta pemerintah daerah yang telah teridentifikasi untuk mengambil langkah-langkah antisipasi dan kesiapsiagaan.

Pertama, memantau kondisi terkini lapangan dan menyebarkan informasi peringatan (curah hujan, tinggi muka air) dan potensi wilayah terdampak. Kedua, koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait dalam penyiapan tim siaga bencana dan sumberdaya.

Ketiga, mengidentifikasi tempat pengungsian termasuk infrastruktur pengungsian sesuai protokol kesehatan. Keempat, mengidentifikasi kebutuhan logistik dan peralatan.

Kelima, memastikan alat peringatan dini berfungsi dengan baik, dan keenam memastikan ketersediaan rambu dan jalur evakuasi.

Di samping itu, BNPB juga meminta masyarakat yang tinggal di wilayah-wilayah berpotensi banjir untuk mengambil langkah antisipasi dan kesiapsiagaan.

Langkah tersebut dilakukan di tingkat keluarga maupun komunitas. Berikut ini rekomendasi langkah yang dapat dipersiapkan di tengah masyarakat.

Pertama, menyiagakan tim siaga bencana, seperti memantau kondisi terkini lapangan, melakukan koordinasi dengan aparatur desa dan menyiapkan evakuasi.

Kedua, menyimpan barang penting ke tempat aman di dalam rumah. Ketiga, membatasi aktivitas di luar rumah. Keempat, jika berada di luar rumah hindari pohon besar, baliho, dan saluran air atau gorong-gorong.

Kelima, menyiapkan tas siaga yang dapat diisi dengan makanan, minuman, obat, uang, pakaian, dokumen berharga, maupun barang-barang lain yang dibutuhkan, seperti masker medis cadangan, hand-sanitizer.

Keenam, tetap melakukan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. (Aldira Syahrian/pikiran-rakyat.com)

 

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X