Atur Masyarakat Saat PPKM Darurat, Presiden: Aparat Harus Tegas dan Santun

- Senin, 19 Juli 2021 | 08:24 WIB
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas melalui konferensi video mengenai evaluasi PPKM Darurat dari Istana Merdeka, Jakarta. (BPMI Setpres)
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas melalui konferensi video mengenai evaluasi PPKM Darurat dari Istana Merdeka, Jakarta. (BPMI Setpres)

JAKARTA, suaramerdeka.com – Di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, aparat yang bertugas dalam penyekatan dan pengendalian mobilitas masyarakat diminta tak bersiap keras dan kasar.

Presiden Joko Widodo meminta, para aparat seharusnya bersikap tegas dan santun dalam mengatur masyarakat maupun para pedagang.

 “Saya minta kepada Polri dan juga nanti Mendagri kepada (pemerintah) daerah, agar jangan keras dan kasar, (tetapi harus) tegas dan santun. Tapi sosialisasi memberikan ajakan-ajakan, sambil membagi beras, itu mungkin bisa sampai pesannya,” ujar Presiden, sat evaluasi PPKM Darurat dari Istana Merdeka, Jakarta.

Baca Juga: Indonesia Sampaikan VNR 2021, Tegaskan Komitmen Tangani Pandemi Covid-19

Sejumlah peristiwa yang terjadi di daerah seperti pemukulan pemilik warung oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), ujar Kepala Negara, tidak perlu terjadi.

“Saya kira peristiwa-peristiwa yang ada di Sulawesi Selatan, misalnya Satpol PP memukul pemilik warung, apalagi ibu-ibu, ini untuk rakyat menjadi memanaskan suasana,” ungkapnya.

Para jajaran juga diminta Presiden, untuk mengevaluasi pembatasan mobilitas masyarakat melalui penyekatan-penyekatan di jalan.

Berdasarkan pengamatan Presiden, sejumlah ruas jalan masih terlihat ramai, baik saat pagi maupun malam hari.

Baca Juga: Antusiasme Masyarakat pada Program Vaksinasi Tinggi, Sentra Perlu Diperbanyak

“Kami telah melakukan penyekatan-penyekatan. Di Pulo Gadung saya lihat masih cukup ramai. Artinya, penyekatan ini mungkin perlu kita evaluasi, apakah efektif juga menurunkan kasus, karena yang terkena sekarang ini banyak di keluarga-keluarga. Atau ada strategi lain yang mungkin bisa kita intervensikan ke sana,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Digitalisasi Tetap Menjadi Kunci Pengembangan Daerah

Rabu, 22 September 2021 | 14:33 WIB

Bupati Kolaka Timur dan Lima Staf Terjaring OTT KPK

Rabu, 22 September 2021 | 10:53 WIB

Pak Penghulu pun Kenakan APD

Rabu, 22 September 2021 | 01:35 WIB

PTM Tanpa Izin, 90 Siswa Terpapar Virus Korona

Rabu, 22 September 2021 | 01:29 WIB

Rehab Rumah Tak Layak Huni, BRI Gombong Bantu Rp 50 Juta

Selasa, 21 September 2021 | 21:46 WIB
X