Vaksin Gotong Royong Berbayar Berpotensi Ancam Ketersediaan Vaksin Gratis untuk Karyawan

- Senin, 19 Juli 2021 | 09:36 WIB
Kegiatan vaksinasi Covid-19 di SMA Karangturi. (suaramerdeka.com / Diaz A Abidin)
Kegiatan vaksinasi Covid-19 di SMA Karangturi. (suaramerdeka.com / Diaz A Abidin)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Vaksin Gotong Royong (VGR) untuk program vaksinasi berbayar sempat akan direalisasikan Kimia Farma meski akhirnya ditunda.

Namun di tengah kelangkaan persediaan, langkah ini dapat mengancam ketersediaan VGR gratis untuk para karyawan.

“Membuka opsi berbayar untuk individu memang bisa mempercepat program vaksinasi tetapi kalau skemanya VGR juga, maka otomatis ketersediaan stok untuk karyawan swasta berkurang,” ujar Associate Researcher Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Andree Surianta.

Baca Juga: Keluarkan SE No.15 Tahun 2021, Upaya Satgas Antisipasi Peningkatan Kasus Selama Idul Adha

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyebutkan ada sekitar 10 juta orang terdaftar dalam program ini.

Namun stok vaksin Sinopharm yang masuk baru cukup untuk 750.000 orang. VGR untuk karyawan swasta pun baru menjangkau 465.000 orang.

Beberapa hambatan VGR perusahaan di antaranya adalah harga vaksin yang dirasa memberatkan dan ketidakpastian jadwal pengiriman.

Baca Juga: Pemerintah Disarankan Tak Ubah PP No 109/2012 dan Fokus Kendalikan Covid-19

“Keterbatasan stok VGR membuat jadwal pengiriman sulit dipastikan dan ini membuat perusahaan ragu-ragu untuk berkomitmen, apalagi membayar down payment,” ujar Andree.

Dia juga menambahkan bahwa perusahaan yang ragu-ragu malah bisa jadi drop out sama sekali karena karyawan dianggap bisa beli vaksin sendiri.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X