Kuota Haji Tahun Depan Bertambah, Pelayanan Harus Lebih Baik dan Berinovasi

- Jumat, 2 September 2022 | 07:15 WIB
Menag Yaqut Cholil Qoumas memberikan pengarahan saat Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1443 H/2022 di Batam, Kamis 1 September 2022. (suaramerdeka.com / dok Kemenag)
Menag Yaqut Cholil Qoumas memberikan pengarahan saat Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1443 H/2022 di Batam, Kamis 1 September 2022. (suaramerdeka.com / dok Kemenag)

BATAM, suaramerdeka.com - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengajak jajarannya dan pihak terkait lainnya untuk menyiapkan penyelenggaraan haji tahun 2023 sebaik mungkin, karena tantangan pelaksanaan ibadah haji ke depan, semakin berat.

Terlebih jumlah jamaah yang harus dilayani diprediksi bertambah sesuai dengan kuota yang diberikan Arab Saudi pada penyelenggaraan haji mendatang.

Hal tersebut disampaikan Menag Yaqut saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1443 H/2022 di Batam, Kamis 1 September 2022.

Baca Juga: Giliran Komisi X DPR RI Setujui Naturalisasi Jordi dan Sandy

"Kami tahu ada banyak apresiasi dari berbagai pihak atas suksesnya haji kali ini. Haji 2022 harus jadi benchmark (tolok ukur), namun kita tidak boleh jumawa dan cepat puas. Tantangan ke depan saya yakini jauh lebih berat,'' kata Menag.

Menag memprediksi kuota jamaah haji Indonesia juga meningkat pada 2023 dibandingkan tahun 2022 ini yang berjumlah 100.051 jemaah.

Penambahan ini jelas berkonsekuensi dengan banyaknya energi dan konsentrasi yang harus dikeluarkan oleh petugas dalam memberikan pelayanan.

Baca Juga: Cek Asmara Zodiak Hari Ini 2 September 2022: Aquarius Emosional, Pencerahan Pisces, Kesempatan Capricorn?

Untuk itu, Menag meminta tantangan ini diantisipasi betul oleh Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Hilman Latief dan jajarannya.

Menag berpesan agar persiapan pelayanan haji ke depan harus lebih matang dan detil.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X