Permintaan Donor Plasma Konvalesen Tinggi

Red
- Minggu, 18 Juli 2021 | 01:07 WIB
SM/Irawan Ariyanto : SAMPAIKAN MATERI : Sejumlah narasumber menyampaikan materi saat Ngobrol Virtual bertema
SM/Irawan Ariyanto : SAMPAIKAN MATERI : Sejumlah narasumber menyampaikan materi saat Ngobrol Virtual bertema

PERMINTAAN plasma konvalesen terus meningkat sejak Juni 2021. Bahkan, permintaan di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang hingga pekan kemarin mencapai 600. Sementara per hari PMI Kota Semarang hanya bisa melayani 50 donor plasma konvalesen saja.

Kepala UTD PMI Kota Semarang dr Anna Kartika, M Biomed menuturkan, daftar tunggu plasma konvalesen di PMI Kota Semarang 600 pasien. Sementara per hari hanya bisa melayani 50 donor plasma konvelesen.

”Masih banyak kendala yang kami hadapi untuk memenuhi permintaan donor plasma konvalesen,” kata dr Anna saat Ngobrol Virtual bertema ”Darurat Donor Plasma Konvalesen,” yang diselenggarakan Suara Merdeka, Jumat (16/7).

Kendala yang dihadapi PMI Kota Semarang, antara lain keterbatasan sarana-prasarana dan pelayanan.

Sebab, di Jawa Tengah hanya empat PMI yang bisa melayani donor plasma konvalesen, yaitu di PMI Kota Semarang, PMI Solo, PMI Cilacap, dan PMI Banyumas.

”Hal inilah yang membuat antrean tinggi, karena tidak semua PMI di Jawa Tengah dapat melayani donor plasma konvalesen,” ujar dr Anna. Selain itu, keterbatasan alat apherisis yang digunakan untuk mengambil plasma darah konvalesen dari para penyintas Covid-19.

Alat ini berfungsi memisahkan antara sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan plasma konvalesen. Di PMI Kota Semarang, kata dr Anna, ada tiga alat apherisis yang bisa melayani maksimal 50 donor plasma konvalesen per hari.

Dia mengatakan, kendala lain adalah keterbatasan perekrutan penyintas Covid-19 yang mau mendonorkan plasma konvalesen. Selama ini data para penyintas Covid- 19 ada di rumah sakit. ”Namun, data tersebut tidak bisa kita akses karena terbentur regulasi kode etik pasien. Rumah sakit tidak bisa memberikan data kepada kami untuk mengajak mereka yang sudah sembuh agar mau menjadi donor plasma,” kata dr Anna.

Masih Enggan

Selain itu, penyintas Covid-19 masih enggan mendonorkan plasma karena trauma dengan suntik, juga masih mengalami gejala seperti batuk, sesak nafas sehingga mereka enggan menjadi donor. Penyintas Covid-19 yang mau mendonorkan plasma juga wajib melaksanakan serangkaian tes.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Peringati HSN, Ini Bunyi Ikrar Santri Indonesia

Selasa, 19 Oktober 2021 | 15:16 WIB

Simak Filosofi Tema dan Logo Hari Santri Nasional 2021

Selasa, 19 Oktober 2021 | 14:28 WIB
X