Kebutuhan Perawatan Pasien Covid-19 Meningkat Jadi 2.000 Ton Per Hari, Begini Penjelasan Menkes

- Sabtu, 17 Juli 2021 | 11:24 WIB
Pasien mengantre di selasar IGD RSUD RAA Soewondo Pati, beberapa waktu lalu. suaramerdeka.com/Moch Noor Efendi
Pasien mengantre di selasar IGD RSUD RAA Soewondo Pati, beberapa waktu lalu. suaramerdeka.com/Moch Noor Efendi

JAKARTA, suaramerdeka.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan, kebutuhan untuk perawatan pasien Covid-19 meningkat menjadi 2.000 ton per hari dari yang sebelumnya hanya 400 ton per hari.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan tersebut adalah melalui kerja sama dengan Kementerian Perindustrian dan industri dalam negeri.

“Menggunakan excess capacity dari pabrik-pabrik atau industri-industri yang ada di dalam negeri, bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian. Ada sekitar 240 sampai 250 ton per hari excess capacity yang bisa kami gunakan dari industri-industri dalam negeri,” paparnya.

Baca Juga: Satgas Peringatkan 20 Provinsi, Wiku: Posko Covid-19 di Bawah 10 Persen

Selain itu, pemerintah juga mengupayakan pemenuhan pasokan oksigen dengan menggunakan oxygen concentrator.

Ini merupakan alat penghasil oksigen tenaga listrik yang bisa dipasang di rumah maupun di rumah sakit yang dapat menyuplai oksigen berkapasitas 10 liter atau 5 liter per menit.

“Pemerintah berencana untuk membeli sekitar 20-30 ribu oxygen concentrator yang bisa menyediakan sekitar 600 ton oksigen per hari untuk rumah sakit dan bisa kita pinjamkan ke rakyat yang membutuhkan,” ujar Budi.

Baca Juga: Sejumlah Tokoh Apresiasi Keputusan Presiden Jokowi Batalkan Vaksinasi Berbayar

Terakhir, terkait obat bagi pasien Covid-19, Menkes menyatakan bahwa suplai obat-obatan yang dapat diproduksi di dalam negeri masih relatif terkontrol.

Selain itu, pemerintah pun terus mengupayakan untuk mendatangkan tiga jenis obat-obatan impor untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X