Antisipasi Covid-19 Naik 30 Persen, Ini Skenario Wiku

- Sabtu, 17 Juli 2021 | 10:00 WIB
 Jubir Pemerintah untuk Covid-19, Wiku Adisasmito. (suaramerdeka.com / dok) (Murdiyat Moko)
Jubir Pemerintah untuk Covid-19, Wiku Adisasmito. (suaramerdeka.com / dok) (Murdiyat Moko)

JAKARTA, suaramerdeka.com – Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan Pemerintah tengah berupaya semaksimal mungkin menangani kenaikan kasus yang begitu tinggi beberapa pekan terakhir dan mencegah agar tidak terjadi kenaikan yang semakin tinggi di kemudian hari.

Prof Wiku menyebutkan penting untuk belajar dari pengalaman penanganan kasus pada lonjakan kasus pertama awal tahun lalu.

Caranya, dengan melihat situasi pada saat itu, untuk mengidentifikasi apa yang bisa dipersiapkan dan diperbaiki agar lonjakan kasus kedua ini dapat segera berakhir.

Membandingkan lonjakan awal tahun lalu, tingginya kenaikan kasus disebabkan adanya periode libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021.

Baca Juga: Pemkot Semarang-Kodam IV Diponegoro Buka Sentra Vaksinasi di Unnes dan Unwahas

Intervensi pemerintah, baru terlihat pada 3 minggu setelah kebijakan diterapkan yang bertahan hingga 15 minggu. "Melihat periode saat itu, butuh waktu 13 minggu untuk menurunkan kasus," kata Wiku.

Jika dilihat keadaan saat ini, Prof Wiku menjelaskan, dengan lonjakan kasus yang mulai memasuki minggu kesembilan dan intervensi kebijakan pengetatan yang lebih awal, yaitu dari minggu kedelapan.

Maka dari pengalaman lonjakan pertama, penurunan paling cepat baru dapat terlihat dalam 3 minggu ke depan.

Saat ini, kapasitas RS dan laboratorium juga meningkat, dengan total saat ini kurang lebih 120.000 tempat tidur isolasi dan ICU serta 7.930 tempat tidur di RS Darurat Wisma Atlet.

Baca Juga: Vaksinasi Gotong Royong, Upaya Kadin Indonesia Bangkitkan Ekonomi Indonesia

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X